Tim Kanada dan Belanda Amankan Tiket Terakhir
Selasa, 17 Sep 2024, 07:13 WIBJAKARTA - Tim Kanada dan Belanda mengamankan tiket terakhir untuk turnamen final Piala Davis pada hari Minggu. Babak final akan dimainkan di Malaga, Spanyol, November mendatang. Kanada dengan percaya diri menahan tuan rumah Inggris Raya dalam duel langsung di Manchester dan mengamankan kemenangan grup di depan Argentina.
Sedangkan Belanda mengamankan tempat kedua di grup Bologna di belakang tuan rumah, Italia. Ini berkat kemenangan ganda Wesley Koolhof/Botic van de Zandschulp melawan Italia pada hari Minggu malam. Belanda meninggalkan Brasil dan Belgia di belakang dengan selisih tipis.
Dua teratas dari tiap-tiap empat grup yang terdiri dari empat pemain akan ambil bagian dalam partai final (19-24 November) di Malaga. Laga di Malaga akan dimainkan dalam sistem gugur.
Sementara itu, Jerman sudah lebih awal lolos di Zhuhai, Tiongkok. Hebatnya, Jerman tanpa diperkuat pemain tunggal terbaiknya, Alexander Zverev dan Jan-Lennard Struff. Jerman menang telak atas Slovakia dan Chili. Pertandingan terakhir adalah kekalahan melawan Amerika pada hari Sabtu, yang memastikan juara grup.
Spanyol dan Australia juga akan hadir di turnamen final delapan negara terbaik di Costa del Sol dua bulan lagi. Di perempat final, yang akan diundi Kamis depan, Jerman akan menghadapi pemenang dari tiga grup babak penyisihan lainnya. In bisa Italia dengan pemain nomor satu dunia Jannik Sinner. Jerman bisa juga menghadapi Spanyol dengan Carlos Alcaraz atau Kanada.
Jerman telah memenangkan Piala Davis tiga kali sejauh ini. Kemenangan terakhir terjadi 31 tahun lalu. Tim TenisKanadamelaju ke perempatfinal Piala Davisuntuk ketiga kalinya secara beruntun usai menang atasInggris.
Hanya membutuhkan satu kemenangan di Manchester untuk menyingkirkan tuan rumah dan memuncaki Grup D. Kemenangan Kanada ditentukan saat Denis Shapovalov menyingkirkan Dan Evans 6-0 7-5. "Tentu saja tidak mudah untuk bermain melawan begitu banyak pendukung Inggris," kata Shapovalov, Senin (16/9). Dia juga pernah mengalaminya di masa lalu. Dia hanya mencoba untuk tetap fokus.
Shapovalov merasakan Dan semakin bersemangat karena dukungan para penonton yang juga penuh bersemangat. "Pertandingan benar-benar mulai berubah. Jadi, saya sangat senang bisa menyelesaikannya dengan straight set," tandasnya. wid/sportsoftheday/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Italia Tanpa Sinner Taklukkan Spanyol, Lengkapi Hat-trick Juara Piala Davis
-
Kiper Muda Renato Marin Resmi Gabung PSG dari AS Roma
-
Toshiba Hadirkan Japandi Series Bergaya Jepang-Skandinavia
-
Disnakertrans Kalsel Gelar Bursa Kerja 2025, Sediakan 1.969 Lowongan.
-
Jika Ada Petugas Potong Dana BLTS, PT Pos Indonesia Minta Jangan Ragu Adukan
-
Pemkot Kediri: Koperasi Kelurahan Merah Putih Harus Sesuai Kebutuhan
-
Polres Situbondo Tilang 63 Pengendara dalam Dua Hari Operasi Patuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.