Induksi Sel Punca Atasi Kerusakan Kornea
Selasa, 17 Sep 2024, 06:25 WIBMata adalah salah satu dari enam organ indera dalam tubuh yang membantu memahami berbagai hal di sekitarnya. Kornea adalah bagian dari mata dan merupakan permukaan depan mata yang bening. Bagi mata kornea adalah bagian mata tempat cahaya masuk. Ketika kornea rusak dan/atau buram, kornea harus dirawat melalui pembedahan dan kornea baru harus ditransplantasikan ke mata.
Seorang perempuan di Jepang yang didiagnosis dengan penyakit kornea telah menjadi orang pertama di dunia yang menerima transplantasi yang terbuat dari sel punca (stem cell) pluripoten yang diinduksi. Kornea ini mengandung sel punca yang kemudian memperbaiki kerusakan dan menjaga penglihatan.
Sel punca ini dapat rusak karena cedera atau penyakit pada mata, dan dapat menyebabkan penglihatan kabur, kebutaan, dan mungkin memerlukan transplantasi. Perempuan Jepang ini menjalani transplantasi pada usia 40-an ketika sel puncanya rusak karena penyakit kornea.
Sel punca pluripoten yang diinduksi (IPSC) yang ditransplantasikan diambil dari donor dewasa. Mereka kemudian diprogram ulang ke dalam keadaan tidak berdiferensiasi dan kemudian diinduksi untuk berkembang menjadi sel induk kornea.
Menurut laporan Scientist, Kementerian Kesehatan Jepang memberi izin untuk melakukan prosedur tersebut pada Maret tahun ini. Izin tersebut diberikan kepada Nishida, kepala peneliti untuk penelitian tersebut guna melakukan prosedur tersebut pada perempuan berusia 40-an dan tiga pasien lainnya.
Transplantasi pertama dilakukan pada tanggal 25 Juli 2019. Kemudian menyusul transplantasi kedua pada akhir tahun itu. "Kami baru melakukan operasi pertama dan kami terus memantau pasien dengan saksama," kata Nishida dalam konferensi pers pada tanggal 29 Agustus, lapor The Japan Times.
Nishida menambahkan, pasien terus memiliki kornea yang jernih selama sebulan setelah transplantasi dan penglihatannya membaik. Dengan keberhasilan itu diharapkan penglihatannya yang telah pulih akan bertahan seumur hidupnya.
Perawatan baru ini dapat menjadi cara praktis untuk mengobati pasien dengan masalah penglihatan yang harus menunggu donor yang sudah meninggal untuk transplantasi kornea. Menurut data, 1.600 orang berada dalam daftar tunggu untuk prosedur ini di Jepang dan menurut JAMA Ophthalmology, sebanyak 12,7 juta orang di dunia membutuhkan transplantasi kornea.hay/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Empat Desa di Sulteng Terendam Banjir
-
350 UMKM Perempuan Binaan Pertamina Siap Masuk Pasar Nasional Lewat PFpreneur
-
Dokter Bedah AS Berhasil Lakukan Transplantasi Kandung Kemih Pertama di Dunia
-
Transplantasi Kandung Kemih Pertama di Dunia Dilakukan di UCLA, Operasi Berlangsung 8 Jam
-
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Kembali ke Rp1,906 Juta per Gram
-
Peneliti Tiongkok Sukses Transplantasi Paru-Paru Babi pada Pasien Manusia
-
Ilmuwan Membuat Peta Otak Paling Detail di Dunia dari Butiran Jaringan Otak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.