Tiongkok Mengungguli Amerika Serikat dalam Pemberian Pinjaman Global

Sabtu, 14 Sep 2024, 00:05 WIB

WASHINGTON - Menurut laporan pengawas pemerintah Amerika Serikat (AS), Tiongkok telah menghabiskan dana hampir sembilan banding satu dibandingkan AS untuk proyek infrastruktur di seluruh dunia selama delapan tahun, menyoroti tantangan yang dihadapi Washington saat bersaing untuk mendapatkan pengaruh melawan Beijing di negara-negara miskin.

"Tiongkok meminjamkan 679 miliar dollar AS melalui Inisiatif Belt and Road Initiative dari tahun 2013 hingga 2021 untuk proyek-proyek yang melibatkan jalan raya, pembangkit listrik, dan telekomunikasi," kata Kantor Akuntabilitas Pemerintah atau Government Accountability Office (GAO), baru-baru ini.

Ket. Foto: Suasana kondominium di Forest City, sebuah proyek pembangunan yang diluncurkan melalui Belt and Road Initiative, di Gelang Patah, Johor, Malaysia, baru-baru ini. — Sumber: AFP/MOHD RASFAN

"AS menyediakan 76 miliar dollar AS dalam periode yang sama," katanya.

Dikutip dari The Straits Times, sebagian besar uang Tiongkok, 104 miliar dollar AS, masuk ke Russia, sebagai tanda kerja sama kedua negara yang semakin erat. Sisanya mendanai jalur kereta api di Kenya, transmisi tenaga hidroelektrik di Angola, dan proyek-proyek lain di seluruh dunia, sebagian besar di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah ke bawah.

"Investasi tersebut dapat lebih meningkatkan pengaruh diplomatik dan strategis Tiongkok terhadap negara tuan rumah, serta kekuatan lunak dan reputasi globalnya," kata laporan tersebut.

Laporan tersebut mengutip penerima yang mengatakan Belt and Road berfungsi untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang signifikan di negara mereka.

Perluas Pengaruh

Laporan tersebut menyebutkan angka dollar AS yang menunjukkan apa yang telah disaksikan oleh para ahli dan pejabat pemerintah selama bertahun-tahun di Afrika dan sekitarnya, kesediaan Tiongkok untuk meminjamkan uang dengan cepat dan dengan perlindungan minimum, sebagai cara untuk memperluas pengaruhnya. Dikatakan bahwa sebagian besar pendanaan Tiongkok berasal dari pinjaman antarpemerintah.

Seorang mantan pejabat pemerintah Kenya dikutip dalam laporan tersebut yang mengatakan negaranya lebih suka menerima pembiayaan dari AS. Namun, ia mengatakan pembiayaan atau bantuan dari AS terbatas, sulit diakses, dan lambat diberikan.

GAO juga mendokumentasikan sisi negatif pinjaman Belt and Road, dengan mengutip contoh polusi udara dan air, serta kasus-kasus yang melanggar hak atas tanah beberapa masyarakat adat. Meskipun disebutkan pinjaman Tiongkok biasanya dikaitkan dengan hasil positif, beberapa proyek telah gagal atau tercemar oleh suap.

Dalam satu contoh, disebutkan seorang pejabat tinggi yang tidak disebutkan namanya yang katanya ditawari suap oleh seorang warga negara Tiongkok sebagai imbalan untuk melepaskan dukungannya terhadap kasus terhadap proyek Belt and Road. Jika dia menolak, katanya, pejabat lain akan menerima suap dan kasus tersebut akan dibatalkan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.