Menkeu Sebut Subsidi Energi Tahun Depan Turun Dipengaruhi Asumsi Kurs

Kamis, 05 Sep 2024, 00:02 WIB

Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa anggaran subsidi energi pada RAPBN 2025 menurun dari Rp204,5 triliun menjadi Rp203,4 triliun karena asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang juga berubah dari Rp16.100 menjadi Rp16.000 per dolar AS.

"Untuk total subsidi energi, kesepakatan di Panja A adalah Rp203,4 triliun. Ini turun Rp1,1 triliun dari yang kami usulkan di dalam RAPBN 2025. Hal ini lebih dikarenakan tadi kursnya Rp16.100 menjadi Rp16.000," kata Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu.

Dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ia menyampaikan bahwa anggaran subsidi BBM dan liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) menurun dari Rp114,3 triliun menjadi Rp113,7 triliun.

Hal tersebut disebabkan oleh adanya penyesuaian anggaran subsidi untuk jenis BBM tertentu dan LPG 3 kg masing-masing sebesar Rp40 miliar dan Rp600 miliar karena perubahan asumsi kurs tersebut.

Ia pun mengatakan bahwa penyesuaian subsidi sebesar Rp1,1 triliun tersebut rencananya digunakan untuk menambah pembayaran kompensasi BBM dan listrik pada tahun depan.

"Seperti diketahui bahwa kompensasi BBM dan listrik itu selalu dibayar kalau keuangan negara sehat dan baik, tiga kuartal (kuartal I hingga kuartal III 2024) pasti kami penuhi (pembayaran kompensasinya)," ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk kuartal IV tahun ini, ia menyatakan bahwa pembayaran kompensasi akan dilakukan pada tahun depan, mengingat anggaran pada kuartal terakhir tersebut harus diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terlebih dahulu.

"Jadi, dalam hal ini, pada 2025 pasti akan masih ada tagihan dari kompensasi BBM dan listrik yang berasal dari kuartal terakhir 2024," ucapnya.

Selain anggaran subsidi BBM dan LPG, Sri Mulyani menuturkan bahwa rancangan anggaran untuk subsidi listrik juga turun sebesar Rp500 miliar dari Rp90,2 triliun menjadi Rp89,7 triliun.

Untuk mengantisipasi perubahan-perubahan serupa akibat dinamika perekonomian di masa mendatang, ia mengatakan bahwa APBN dirancang cukup fleksibel, meskipun asumsi dasar makro telah ditetapkan.

"Ini tentu akan terus menjadi pelajaran bagi kita bahwa asumsi dasar ekonomi makro di dalam pembahasan yang tadi disebutkan pun terjadi banyak sekali dinamika. Jadi memang kita perlu untuk terus memperlakukan asumsi dasar ini sebagaibaseline, namun APBN tetap didesain cukup fleksibel," imbuhnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.