Berpotensi Koreksi Lanjutan
Rabu, 04 Sep 2024, 09:23 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksinya dalam perdagangan tengah pekan ini. Sentimen eksternal diperkirakan dominan mempengaruhi pergerakan IHSG.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan melihat pasar mengantisipasi rilis data neraca perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Juli 2024 yang diperkirakan defisit 78,9 miliar dollar AS. Karenanya, Valdy memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (4/9), bergerak melemah di kisaran 7.550-7.650.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/9) sore, ditutup turun mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 78,09 poin atau 1,01 persen ke posisi 7.616,52, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,08 poin atau 0,85 persen ke posisi 942,28.
"Sentimen eksternal dan internal tampaknya menekan pergerakan IHSG," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, bursa regional Asia cenderung melemah, pasar tampaknya menantikan rilis data Amerika Serikat (AS) sehubungan dengan data manufaktur yang akan dirilis Selasa (3/9) waktu setempat, dan data laporan ekonomi pada akhir pekan ini terkait data penggajian nonpertanian.
Pasar berpandangan data-data tersebut akan kembali menjadi bahan pertimbangan The Fed sehubungan dengan pemangkasan suku bunga acuannya.
Sentimen lainnya yaitu pasar menantikan arah kebijakan pemerintah Tiongkok untuk memberikan stimulus di tengah perlambatan ekonomi mereka yang dilatarbelakangi oleh tanda-tanda baru masalah ekonomi di Tiongkok.
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
- Pasar Modal
- Bulls and Bears
- Indonesia Stock Exchange (IDX)
- Bursa Saham
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Bondowoso Minta Bantuan Pemprov Jatim Tangani Krisis Air Bersih
-
Resmikan Ring Tinju Pasar Rebo, Pemprov DKI Manfaatkan Kolong Flyover Jadi Ruang Sehat
-
Intervensi Trump Picu Kontroversi di Piala Dunia 2026, FIFA Rusak Reputasi Usai Izinkan Balogun Tampil Lawan Belgia
-
BEI Luncurkan ETF Emas, Perluas Akses Investasi di Pasar Modal Indonesia
-
Sanksi pencabutan izin usaha bagi pedagang
-
Rupiah Boleh Rontok, Harga BBM Subsidi Tak Dinaikkan
-
Pertamina Pangkas Harga Avtur dan Dexlite Gede-Gedean Mulai Hari Ini, Sektor Ini Bakal Ketiban Untung!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.