Menteri PPPA Tegaskan Pentingnya Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Selasa, 03 Sep 2024, 19:14 WIB

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Menteri PPPA), Bintang Puspayoga, menegaskan pentingnya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, proses penanganan tidak hanya pada penyelesaian kasus saja.

"Ketika kita bicara kekerasan, pencegahan itu jadi amat sangat penting. kita tidak bisa menyelesaikan di hilir, tapi di hulu jauh lebih penting," ujar Bintang, dalam siaran Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, yang diakses Selasa (3/9).

Ket. Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (Menteri PPPA), dalam siaran Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, yang diakses Selasa (3/9). — Sumber: muhammad marup

Dia mengatakan, belakangan ini terjadi kekerasan pada anak di tempat yang semestinya aman dan nyaman yaitu sekolah dan pesantren. Meski demikian, pihaknya tidak bisa masuk lebih jauh karena wewenang terkait izin di lembaga pendidikan ada di Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Kan sangat miris belakangan ini kasus-kasus yang terjadi justru di tempat pendidikan berasrama berbasis agama. Anak-anak mengalami pelecehan, kemudian pelakunya justru yang harus melindungi mereka," jelasnya.

Bintang mengungkapkan, situasi tersebut mesti menjadi catatan bersama baik pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri karena isu perempuan dan anak sangat kompleks dan multisektoral.

Meski demikian, pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan maksimal terhadap perempuan dan anak. Pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah serta lintas kementerian dan lembaga.

"Harapannya sangat besar kepada kementerian ini karena nomenklatur perempuan dan anak. Isu kompleks dan multisektoral," katanya.

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kemen PPPA Nahar, mengatakan, pihaknya tengah menyusun Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja. Saat ini prosesnya masih di tahap analisis data hasil survei dan diharapkan bisa rilis pada akhir September.

"Kami berharap hasil survei ini akan melihat peta dari kondisi kekerasan anak di Indonesia. Karena dari hasil survei 2018-2021 kekerasan anak mengalami penurunan. Kita berharap hasil survei 2024 ini menentukan karena kami menargetkan di RPJMN angka kekerasan menurun di tahun 2025," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.