BRIN Kenalkan Teknologi TRIGRS untuk Kurangi Risiko Tanah Longsor
Senin, 02 Sep 2024, 15:19 WIBJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenalkan teknologi sistem informasi pendeteksi tanah TRIGRSsebagai upaya dalam mengurangi risiko bencana tanah longsor.
"TRIGRS merupakan sebuah aplikasi untuk mengetahui parameter yang memengaruhi kestabilan lereng, sehingga datanya dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kerentanan tanah di suatu daerah," kata Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Khori Sugianti melalui keterangan di Jakarta, Senin (2/9).
Khori menjelaskan TRIGRS adalah pengembangan dari perangkat lunak buatan Lembaga Geologi Amerika Serikat (USGS), yang kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan BRIN.
Melalui teknologi tersebut, ia memaparkan pemodelannya menunjukkan adanya pengaruh yang diciptakan oleh intensitas curah hujan terhadap kestabilan lereng.
"Pemodelan TRIGRS menunjukkan bahwa kenaikan intensitas curah hujan dapat memengaruhi kestabilan lereng, dengan adanya perubahan kestabilan lereng stabil menjadi lereng labil dan penurunan nilai faktor keamanan. Kami melakukan penelitian di daerah Lembang dan sekitarnya," ungkapnya.
Khori menilai model TRIGRS cukup baik dalam memprediksi kestabilan lereng akibat hujan pada area rawan longsor, sebab data inventaris kejadian longsor merupakan faktor yang berpengaruh pada keberhasilan model TRIGRS dalam proses validasi model.
Oleh karenanya, ia berharap temuannya tersebut bisa menjadi pertimbangan pemangku kepentingan terkait di wilayah rawan bencana tanah longsor, khususnya di Lembang, Jawa Barat di tempat penelitiannya tersebut.
"Kami sangat berharap kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah Lembang dan sekitarnya, seperti pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk dapat mengimplementasikan inovasi ini sebagai bentuk mitigasi bencana longsor di kemudian hari," ujar Khori.
Terkait hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan menyambut baik upaya kerja sama tersebut, sebab Jawa Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi bencana cukup tinggi.
"Harapannya, kegiatan kolaborasi ini dapat menjadi salah satu cara memitigasi agar pada saat bencana akan mencapaizero victim," ucap Anne.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Manchester City Siap Gelontorkan 1,4 Triliun Rupiah demi Livramento, Guardiola Susun Manuver Agresif
-
Inovasi BRIN Dorong Energi Hidrogen Bersih
-
Bupati Karawang Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji Kloter 4
-
Review MacBook Air M5: Laptop Apple yang Makin Ngebut, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
-
Wamen PU: Sekolah Rakyat Buka Kesempatan Masyarakat Miskin Bersekolah
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.