Zelenskyy Klaim Pasukan Ukraina Terus Perluas Kendali di Wilayah Kursk Russia

Kamis, 29 Agu 2024, 15:21 WIB

ISTANBUL - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Rabu (28/8), mengeklaim bahwa pasukan negaranya terus memperluas kendali mereka di Kursk, wilayah perbatasan Rusia.

Kursktelah menjadi tempat Kiev melancarkan "operasi" pasukan Ukraina selama lebih dari tiga pekan.

"Kami terus memperluas kendali atas wilayah yang ditunjuk di dekat perbatasan Ukraina. Hari ini, seperti setiap hari, dana pertukaran kami juga telah diisi ulang," kata Zelenskyy dalam pidato video malam.

Zelenskyy berterima kasih kepada pasukan Ukraina atas keberanian mereka di wilayah perbatasan.

Dia juga mengatakan telah mendengar laporan tentang situasi operasi Ukraina di wilayah Kursk dari Panglima Tertinggi Oleksandr Syrskyi, sebelumnya, pada hari yang sama dalam sebuah pertemuan.

"Hal ini adalah sesuatu yang akan membantu kami membawa pulang banyak orang yang ditangkap Rusia. Kamijuga paham sekarang bahwa semua tekanan telah dialihkan ke Rusia yang berarti mereka tidak dapat menekan wilayah Donetskkami, lebih lanjut," katanya.

Presiden Ukraina mengatakan Syrskyi menyampaikan laporan tentang situasi di berbagai front di wilayah Donetsk, khususnya Pokrovsk.

Syrskyimendeskripsikan peristiwa yang terjadi di sana sebagai "sangat sulit."

Zelenskyymelanjutkan dengan mengatakan bahwa Ukraina bekerja sama dengan mitra mereka untuk menyediakan pasokan militer ke garis depan.

"Kami terus menegaskan bahwa tekad mereka saat ini -- mencabut pembatasan serangan jarak jauh untuk Ukraina sekarang -- akan membantu kami mengakhiri perang sesegera mungkin dengan cara yang adil bagi Ukraina dan dunia secara keseluruhan." tambahnya.

Pihak berwenang Rusia belum mengomentari klaim Zelenskyy dan verifikasi independen sulit dilakukan karena konflik yang sedang berlangsung.

Operasi Kiev di Kursk dimulai pada malam 5-6 Agustus, ketika pasukan Ukraina memasuki wilayah tersebut di dekat kota Sudzha, sekitar 10 kilometer dari perbatasan.

Putin menuduh Kiev melakukan "provokasi skala besar", "penembakan tanpa pandang bulu," dan mendefinisikan serangan itu sebagai "serangan teroris."

Beberapa hari kemudian, Zelenskyy mengakui bahwa itu adalah "operasi" yang dilakukan oleh pasukan Ukraina, dan menjelaskan tujuannya adalah menciptakan "zona penyangga" terhadap serangan lintas batas oleh Rusia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.