Pemerintah Buka Ruang Lebih Luas Menarik Utang

Senin, 19 Agu 2024, 00:11 WIB

JAKARTA- Pemerintah dinilai membuka ruang yang lebih luas untuk menarik utang pada 2025 dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun depan. Hal itu terlihat pada tingkat defisit anggaran terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diusulkan dalam Rancangan APBN 2025 menjadi 2,53 persen atau naik dibanding tahun ini 2,29 persen.

Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai ada gejala Pemerintah baru akan menarik utang lebih besar lagi tahun depan, sehingga sulit untuk mengakselerasi pertumbuhan.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Hal ini harus disikapi dengan hati-hati agar porsi utang terhadap PDB tidak meningkat," tegas Huda merespon Konferensi Pers RAPBN 2025.

Dia pun berharap RAPBN 2025 akan dibahas secara transparan tanpa ada hal yang disembunyikan.

Secara terpisah, Manajer Riset Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi mengatakan defisit sebesar 616,2 triliun rupiah menandakan pemerintah perlu mencari sumber pembiayaan untuk menutupi defisit, namun tidak melalui utang.

"Penambahan utang ini, meskipun masih dianggap pada level aman, tetap akan menambah beban pembayaran bunga utang dan cicilan pokok di masa depan. Pemerintah katanya harus betul betul serius menyikapi tumpukan utang, mestinya fokus pada bagaimana cara membayar utang seperti jaman Presiden Gus Dur," kata Badiul.

Tidak kalah penting lanjut Badiul pemerintah harus fokus dan menjaga keseimbangan antara stimulus ekonomi dan pengelolaan utang yang sehat.

"Jika pendapatan negara tidak mencapai target, pasti utang jadi pilihan ini sangat tidak baik bagi keuangan negara, dan tentunya rakyat yang akan jadi korban. Utang bisa memperbesar beban fiskal di tahun-tahun mendatang,"tukasnya.

Lebih Tinggi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan defisit RAPBN 2025 sebesar 2,53 persen atau 616,2 triliun rupiah tetap dijaga dalam level aman.

Menkeu merinci, pendapatan negara ditargetkan sebesar 2.996,9 triliun rupiah atau lebih tinggi dari proyeksi APBN 2024 sebesar 2.802,5 triliun rupiah. Nilai itu terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar 2.490,9 triliun rupiah, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 505,4 triliun rupiah, dan penerimaan hibah 600 miliar rupiah.

Sementara itu, target belanja negara ditetapkan sebesar 3.613,1 triliun rupiah. Target belanja negara RAPBN 2025 juga lebih tinggi dari proyeksi APBN 2024 yang sebesar 3.412,2 triliun rupiah.

Adapun belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2025 ditargetkan sebesar 2.693,2 triliun rupiah, terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) 976,8 triliun rupiah dan belanja non-K/L sebesar 1.716,4 triliun rupiah.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.