- Home
-
- Luar Negeri
-
- Biden Optimistis Segera Di...
Biden Optimistis Segera Dicapai Kesepakan Gencatan Senjata Gaza
Senin, 19 Agu 2024, 00:09 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dia optimistis tentang akan dicapainya kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Untuk itu, semua pihak terkait hendaknya jangan melakukan hal yang bisa merusak upaya menciptakan perdamaian ini.
"Sampai satu jam yang lalu, kesepakatan itu masih berlangsung. Saya optimistis. Tidak -- kesepakatan itu masih belum selesai. Hanya beberapa masalah lagi. Saya pikir kita punya kesempatan," kata Biden kepada wartawan ketika ditanya tentang pembicaraan tersebut, Jumat (16/8).
"Itu masih harus dilihat." kata Biden setelah ditanya tentang kapan gencatan senjata akan dimulai.
Biden mengatakan sebelumnya bahwa tidak seorang pun di Timur Tengah "harus mengambil tindakan untuk merusak proses ini."
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan perjalanan ke Israel pada Sabtu (17/8) untuk melanjutkan upaya menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata yang mencakup pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina.
Kunjungan itu dilakukan setelah AS, Mesir, dan Qatar mengumumkan pada Jumat bahwa mereka telah menyampaikan kepada Israel dan Hamas apa yang mereka sebut sebagai "usulan penghubung" untuk lebih mempersempit "kesenjangan yang tersisa dengan cara yang memungkinkan implementasi kesepakatan yang cepat."
Diskusi Konstruktif
Pernyataan dari AS, Mesir, dan Qatar mendeskripsikan diskusi yang berlangsung selama dua hari di ibu kota Qatar, Doha, sebagai serius dan konstruktif, seraya menambahkan diskusi tersebut dilaksanakan dalam suasana yang positif.
Para mediator tidak memberikan perincian tentang usulan baru tersebut, tetapi mengatakan hal itu konsisten dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Presiden Biden pada 31 Mei 2024 dan Resolusi Dewan Keamanan No. 2735.
Resolusi Dewan Keamanan 2735 menyambut baik usulan yang diajukan oleh Biden. Pernyataan tersebut juga mencatat pejabat senior dari ketiga negara akan "bertemu lagi di Kairo sebelum akhir pekan depan dengan tujuan menyelesaikan kesepakatan berdasarkan ketentuan yang diajukan hari ini."
Negosiasi tersebut melibatkan Direktur CIA William Burns, Perdana Menteri Qatar Mohammaed bin Abdulrahman Al Thani, kepala Intelijen Mesir Abbas Kamel, dan Direktur Mossad Israel David Barnea.
Hamas telah menolak untuk berpartisipasi dalam diskusi terbaru, menuntut agar Tel Aviv mematuhi perjanjian yang dibuatnya pada Juli berdasarkan usulan yang didukung oleh Biden dua bulan lalu, menurut laporan media.
Inggris, Prancis, Jerman dan Italia pada Sabtu (17/8) mendukung upaya mediasi yang dipimpin oleh AS, Mesir, dan Qatar untuk mengakhiri perang di Gaza Mediasi itu hingga saat ini masih terus berlangsung.
"Kami, Menteri Luar Negeri Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, sangat mendukung upaya mediasi yang sedang berlangsung oleh Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera serta merasa terinspirasi oleh pendekatan konstruktif yang diadopsi sejauh ini," bunyi pernyataan bersama tersebut.
Mereka menyambut baik kelanjutan pekerjaan teknis dalam beberapa hari mendatang, termasuk pada ketentuan kemanusiaan dan pengaturan khusus mengenai sandera dan tahanan.
Para menteri luar negeri itu menekankan pejabat senior diharapkan untuk berkumpul kembali sebelum akhir pekan depan, dengan tujuan menyelesaikan perjanjian.
"Kami mendesak semua pihak untuk terus terlibat secara positif dan fleksibel dalam proses ini. Kami menggarisbawahi pentingnya menghindari tindakan eskalasi apa pun di kawasan yang akan merusak prospek perdamaian. Terlalu banyak yang dipertaruhkan." kata mereka.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Potensi Terjadi Hujan Deras di Jakarta Saat Idul Fitri
-
Alarm Pangan Berbunyi! Perpres Penyelamatan Segera Diterbitkan
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
-
Gandeng Kemenhub, GoTo Fasilitasi Mitra Driver dan Keluarga Mudik Gratis lewat GoMudik
-
Trump: Operasi Militer Iran Lebih Enteng, seperti Sebuah Ekspedisi Singkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.