- Home
-
- Luar Negeri
-
- FAO: Banjir Parah di Korea...
FAO: Banjir Parah di Korea Utara Dapat Kurangi Hasil Panen
Kamis, 15 Agu 2024, 00:03 WIBSeoul - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengatakan hasil panen Korea Utara pada tahun ini bisa berkurang karena banjir besar pasca hujan lebat beberapa waktu lalu dan kemungkinan peningkatan serangan hama.
"Hujan deras dapat memperburuk genangan air dan menyebabkan banjir lebih lanjut, menyebabkan kerusakan pertanian yang signifikan dan perpindahan penduduk," kata laporan FAO yang dimuat di situs Sistem Informasi dan Peringatan Dini Global FAO, Rabu.
Organisasi tersebut memprediksi Korea Utara akan menerima jumlah curah hujan di atas rata-rata antara Agustus dan Oktober.
Selain itu, suhu di atas rata-rata diperkirakan terjadi pada periode yang sama, sehingga meningkatkan risiko peningkatan serangan hama dan penyakit, dan berpotensi menurunkan hasil panen.
Hujan deras di Korea Selatan pada akhir Juli menggenangi sebagian besar wilayah di provinsi Phyongan Utara dan Jagang di sepanjang Sungai Amnok.
Beberapa media Korea Selatan melaporkan jumlah orang yang meninggal atau hilang mungkin melebihi 1.000 orang.
Jumlah curah hujan kumulatif pada Juli, berdasarkan catatan FAO, mencapai 80 persen di atas rata-rata di provinsi Hwanghae dan Phyongan di Korea Utara yang dikenal sebagai lumbung pangan negara tersebut.
"Meskipun penilaian rinci mengenai kerusakan tanaman belum tersedia, kemungkinan besar tanaman padi di daerah dataran rendah terkena dampaknya," ucap FAO.
Produksi tanaman di Korea Utara diperkirakan meningkat 310.000 ton dibandingkan tahun lalu menjadi 4,82 juta ton di tahun lalu, menurut Administrasi Pembangunan Pedesaan Korea Selatan.
Namun, FAO memproyeksikan jumlah tersebut masih di bawah 5,76 juta ton yang merupakan jumlah tahunan yang dibutuhkan Korea Utara untuk memberi makan rakyatnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Striker Inggris Ivan Toney Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Dugaan Penganiayaan di Klub Malam
-
Bukan Sekadar Hobi, Lomba Lari Jalanan Kini Jadi Mesin Ekonomi Baru dan Angkat Industri Olahraga Tanah Air
-
PDC Tancap Gas, Sistem Kepatuhan Kelas Dunia Diterapkan di 31 Fungsi Perusahaan
-
iPhone Duo vs Xiaomi 18 Fold vs Galaxy Z Fold 8 : Siapa yang Unggul? Ini Perbandingannya
-
Anggaran Pendidikan Agam Capai Rp613,74 Miliar, Masuk RAPBD 2027 Rp1,60 Triliun.
-
RI Masuk 7 Besar Negara di Dunia yang Punya Rencana Aksi Nelayan Kecil
-
Akses Makin Lancar, UMKM Bantul Mulai Panen Manfaat JJLS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.