DPR Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Segera Antisipasi Polusi Udara
Senin, 12 Agu 2024, 10:10 WIBJAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mengantisipasi polusi udara saat memasuki musim kemarau.
Selama sebulan terakhir, beberapa kota besar di Indonesia masuk dalam 10 besar kota dengan polusi terburuk di dunia. Kota tersebut antara lain, Jakarta, Medan, hingga Tangerang Selatan.
"Kita semua sudah memahami bahaya polusi di musim kemarau dan dampak yang ditimbulkannya terhadap kesehatan warga, khususnya balita dan warga berusia lanjut. Jadi mestinya ada tindakan preventif yang dilakukan jauh hari sebelumnya dan jangan kita seakan tak berdaya menghadapi polusi udara akut," kata Eddy kepada media baru-baru ini.
Eddy menegaskan, kementerian dan pemerintah daerah jangan menunggu sampai polusi udara sampai pada tingkat yang membahayakan kesehatan dan baru bertindak.
"Selama tiga tahun berturut-turut kita mengalami polusi masif di Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang sedemikian buruk dan berbahaya untuk kesehatan. Seharusnya menjadi evaluasi dan pemicu agar program pencegahannya dilakukan secara cepat," ujar dia.
Eddy menegaskan, sumber polusi udara di kota besar yang berasal dari sektor transportasi, pembangkit listrik dan industri perlu ditangani segera. Antara lain melalui pembatasan penggunaan transportasi pribadi nonlistrik, percepatan ekosistem kendaraan listrik, penggunaan BBM kualitas tinggi atau BBM Nabati, serta mendorong penggunaan solar panel untuk industri dan rumah tangga.
Secara khusus, Eddy kembali meminta agar percepatanco-firinggas di pembangkit listrik di sekitar kota-kota besar bisa ditingkatkan segera, di samping pembangunan pembangkit energi terbarukan yang progresnya masih tertatih-tatih.
"Solusi bukan sekadar penanganan jangka pendek yang sifatnya sementara. Perlu solusi jangka panjang mengatasi polusi udara, salah satunya dengan percepatan transisi energi yang terencana, dimulai dengan peningkatan penggunaan gas bumi pada PLTU, dilanjutkan dengan pembangunan sumber energi terbarukan lainnya yang sudah direncanakan, namun masih belum terlaksana," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Korban Banjir Bandang Nagan Raya Tagih Pencairan Dana Huntara Mandiri ke BNPB
-
78 Perenang dari 18 Negara Tampil di Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia di Bali
-
Respons Kebocoran Dokumen, Filipina Desak Pembaruan Protokol Siber di Asean
-
Berakhirnya Perang AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto
-
Desa Harus Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
KIP Kuliah Jalur Mandiri 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
-
Banjarmasin Luncuran Spot Literasi di Area Fasilitas Publik dan Pemerintahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.