Bintang Tegaskan Pentingnya Resiliensi Anak Hadapi Perubahan Iklim
Senin, 12 Agu 2024, 19:31 WIBJAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menegaskan pentingnya membentuk resiliensi dan kesiapsiagaan anak terhadap bencana guna menghadapi kompleksitas akibat dari perubahan iklim.
"Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kompleks ini, penting untuk meningkatkan resiliensi anak dalam menghadapi dan merespons dampak perubahan iklim, melibatkan mereka dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," kata Menteri PPPA, Bintang Puspayoga, secara daring dalam kegiatanSehari Bermain Bersama Anakdi Jakarta pada Sabtu (10/8) lalu.
Terlebih, lanjut dia, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam ekosistem dan masyarakat serta berada di kawasan ring of fire sehingga perubahan iklim menimbulkan tantangan khusus yang harus dihadapi oleh anak terutama yang tinggal di daerah rawan bencana dan lingkungan rentan.
Laporan UNICEF tahun 2021 menyimpulkan Indonesia berada pada peringkat 46 dari 163 negara berdasarkan indeks risiko iklim pada anak. Rangking tersebut berarti anak-anak di Indonesia paling berisiko mengalami dampak dari perubahan iklim yang terjadi di wilayah Indonesia.
Sementara itu, laporan global Save the Children berjudulBorn into the Climate Crisispada September 2021 menjelaskan krisis iklim secara global membawa dampak nyata yang sudah dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak yang lahir tahun 2020 akan menghadapi 3 kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, 2 kali lebih banyak mengalami kekeringan serta 3 kali lebih banyak gagal panen.
Kondisi perubahan iklim tersebut diikuti dengan munculnya berbagai isu permasalahan lain seperti isu kesehatan, ISPA, diare, DBD, isu pendidikan sulitnya mengakses pendidikan akibat adanya bencana, dan bahkan isu ekonomi seperti kemiskinan hingga kerawanan pangan.
Oleh karena itu, Bintang mengingatkan penting bagi semua pihak untuk senantiasa meningkatkan kesadaran dan penguatan peran anak dalam upaya mitigasi risiko dan penanggulangan dampak buruk dari perubahan iklim sembari upaya menjaga kelestarian lingkungan.Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemlu RI Serukan Investigasi Penuh Kapal Terbakar Berawak WNI di Selat Hormuz
-
Maskapai Asia-Pasifik Hentikan Penerbangan ke Timur Tengah
-
Call Center 133 Dibuat Jasa Marga untuk Bantu Pengguna Jalan yang Alami Darurat
-
Rafflesia Arnoldii Mekar di Liku Sembilan Bengkulu Tengah, Tarik Perhatian Pengunjung
-
PT KAI Divre I Sumut Pastikan Angkutan Barang Tetap Beroperasi Selama Lebaran
-
Belajar dari Industrialisasi Pertahanan Iran: Model Kemandirian Terpaksa
-
Pakistan Diberi Ijin Iran Melintas di Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.