- Home
-
- Megapolitan
-
- Pelajar Perlu Wawasan Kemu...
Pelajar Perlu Wawasan Kemuseuman
Jumat, 09 Agu 2024, 01:35 WIBJAKARTA - Para pelajar Jakarta perlu diberi wawasan seputar pesoalan museum guna memperluas pemahaman historis. Maka, untuk itu Pemerintah Jakarta Selatan mengajak siswa-siswa SMP berkeliling ke tiga museum. "Harapannya, merkea mampu meningkatkan wawasan mengenai pengetahuan sejarah dan budaya tanah air," jelas Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Edi Sumantri, Kamis.
Dia berharap anak-anak mengikuti kegiatan dengan serius agar menjadi kenangan indah. Mereka juga dapat memahami sejarah, mengenali dan mencintai kotanya. Kegiatan yang bertajuk "Wajib Kunjungan Objek Bersejarah dan Budaya Tingkat Kota Jakarta Selatan Tahun 2024" diadakan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan.
Tujuannya, untuk mengenalkan dan meningkatkan wawasan siswa atas objek bersejarah dan budaya Jakarta. Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, Rusmantoro, menjelaskan total ada 500 pelajar yang mengikuti program kunjungan museum.
Para pelajar diajak mengunjungi tiga museum. Ketiganya adalah Museum Kesejarahan Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, serta Museum Betawi Setu Babakan. Kegiatan berlangsung 7-8 Agustus. "Dengan belajar di luar sekolah seperti ini juga diharapkan para siswa-siswi mengenali dan melestarikan sejarah Jakarta serta perjuangan bangsa," ujar Rusmantoro.
Unit Pengelola Kawasan Pusat Perkampungan Budaya Setu Babakan terus menambah fasilitas demi kenyamanan dan keamanan pengunjung selama berwisata di Kampung Budaya Betawi. Saat ini kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki luas area sekitar 289 hektare.
Pelatihan Kurator
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jakarta melalui kemitraan internasional dengan Australia menyelenggarakan pelatihan kurator untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan museum agar lebih profesional. "Kami mendukung kerja sama pemerintah dan kemitraan internasional dalam meningkatkan praktik pengelolaan museum Jakarta," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Jakarta, Iwan Henry Wardhana beberapa hari lalu.
Pelatihan kurator berlangsung di Museum Sejarah Jakarta. Kegiatan mencakup meneliti dan menafsirkan objek penting bagi profesional museum kedua negara. Iwan menjelaskan, pelatihan yang merupakan bagian dari proyek Australia-Indonesia Museums (AIM) melibatkan 22 peserta dan tiga fasilitator dari museum-museum Jakarta.
Dalam program ini, para narasumber berbagi cerita dan pengalaman dalam menerapkan metode significance 2.0 untuk riset koleksi di Australia.
"Narasumber yang hadir merupakan ahli dalam bidang museum," tutur Iwan. Mereka adalah Gaye Sculthorpe Profesor Riset, Studi Warisan Budaya dan Museum, Deakin University. Kemudian, Corioli Souter Kepala Departemen Warisan Maritim, Western Australian Museum.
Berita Terkait:
-
Museum Pendaratan Pesawat Amfibi di Danau Limboto
-
Seperti Blok M, Pemprov DKI akan Kembangkan Cawang dan Pasar Baru Jadi TOD Baru
-
Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang
-
MBG, Wujud Nyata Ekonomi Kerakyatan Prabowo
-
JLM dan SSU Tandatangani Dua Kesepakatan Strategis Perkuat Kedaulatan Digital Indonesia
-
Demi Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun per Desember 2025
-
Jet Tempur Super Dassault Rafale F5 akan Segera Hadir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.