Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skater Australia, Arisa Trew, Menjadi Peraih Medali Emas Termuda di Olimpiade

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Skater Australia, Arisa Trew, Menjadi Peraih Medali Emas Termuda di Olimpiade Doc: antarafoto
Ket. Arisa Trew

PARIS - Atlet skateboard Australia yang baru berusia 14 tahun, Arisa Trew memenangi nomor taman putri Olimpiade Paris 2024 untuk menjadi peraih emas termuda bagi negaranya.

Trew, yang juga menjadi peraih medali termuda di Olimpiade Paris 2024, menyelesaikan babak final yang berisiko tinggi dan berkecepatan tinggi dengan helm pink khasnya untuk melompat ke peringkat teratas.

Medali perak diraih atlet Jepang Cocona Hiraki, menambah medali perak yang ia raih di Olimpiade Tokyo 2020 ketika skateboard pertama kali diperkenalkan sebagai olahraga Olimpiade.

Hiraki dikalahkan oleh Trew pada putaran ketiga yang spektakuler, sementara Sky Brown dari Inggris yang cedera kembali meraih perunggu setelah finis di urutan ketiga di Olimpiade Tokyo tiga tahun lalu.

"Saya baru saja berpikir pada putaran ketiga saya bahwa saya harus mendaratkannya apa pun yang terjadi karena saya hanya ingin mengamankan diri saya di podium," kata Trew, yang berada di posisi ketiga sebelum putaran terakhirnya, dikutip dari AFP, Rabu (7/8).

Trew menjadi orang pertama yang mendapatkan 720 dalam kompetisi -- dua rotasi di udara. Ia kemudian mendapatkan 900 -- dua setengah rotasi dalam latihan Mei tahun ini, yang mendapat pujian dari legenda skateboard Tony Hawk.

Siswa sekolah menengah kelahiran Cairns itu sebelum Olimpiade mengatakan bahwa penonton harus menantikan penampilan 540 miliknya di taman Paris, yang ia lakukan dengan mudah di babak terakhirnya.

Sementara itu, atlet skateboard Inggris berusia 16 tahun Brownm mengalami dislokasi bahu kurang dari dua pekan pertandingan dimulai. Ia tampil dengan beban berat di babak penyisihan dan di final, terjauh di keduanya.

"Tentu saja agak menakutkan jika terjatuh di bahu saya," kata Brown setelah pertandingan.

"Saya benar-benar berjuang melewatinya dan memberikan yang terbaik."

Dia mengatakan tingkat persaingan olahraga skateboard putri meningkat tajam sejak Tokyo tiga tahun lalu, dan memuji peran Olimpiade dalam membantu menarik perhatian terhadap olahraga tersebut.

"Olahraga ini secara keseluruhan telah berkembang, semakin banyak orang yang ikut serta, semakin banyak skate park," ujar Brown.

"Ini sangat bagus untuk olahraga ini... Anda hanya menonton para gadis dan kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, tapi kami pastinya menutup kesenjangan gender. Saya pikir akan ada lebih banyak gadis yang datang untuk ikut serta dalam olahraga ini."

Jepang kembali mendominasi olahraga skateboard di Olimpiade Paris, setelah meraih tiga dari empat medali emas yang ditawarkan di Olimpiade Tokyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.