Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Balik Ancaman Perubahan Iklim, Ada Peluang Investasi Hijau Bernilai Triliunan

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Balik Ancaman Perubahan Iklim, Ada Peluang Investasi Hijau Bernilai Triliunan Doc: ANTARA/ Sulthony Hasanuddin.
Ket. Ilustrasi-Pekerja memanen basil di Ladang Farm, Cilandak, Jakarta.

DENPASAR – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut bahwa pengembangan investasi hijau dan sektor energi bersih merupakan peluang strategis yang sangat krusial untuk menjawab tantangan perubahan iklim saat ini.

"Maka di sinilah investasi hijau menjadi yang sangat strategis," ujar Hanif Faisol di tengah forum Pekan Iklim Bali 2026, di Denpasar, Selasa (13/10).

Ia menjelaskan bahwa peluang investasi yang luas tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai sektor penting, mulai dari energi bersih, industri rendah emisi, pengelolaan limbah, hingga transportasi berkelanjutan.

Selain itu, sektor bangunan hijau, pertanian berkelanjutan, serta perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan, mangrove, gambut, dan daerah pesisir juga memegang peranan yang tidak kalah vital.

Wamenko Pangan menyadari bahwa transisi dan upaya pemulihan lingkungan ini membutuhkan ketersediaan pendanaan dalam skala yang cukup besar untuk menutupi berbagai kebutuhan pembiayaan iklim yang selama ini masih menjadi tantangan di lapangan.

Melalui pembukaan ruang investasi hijau secara optimal, pemerintah berupaya menyediakan instrumen pendanaan yang kuat guna mendatangkan investor serta menggerakkan roda perekonomian daerah secara berkelanjutan.

"Dengan dibukanya investasi hijau ini melalui peraturan presiden, akan menjadi peluang yang sangat besar untuk mampu kita menyediakan kebutuhan dana pada satu sisi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada sisi yang lain, serta meningkatkan kualitas dan integritas lingkungan hidup kita pada sisi-sisi lainnya lagi," ujar Hanif.

Wamenko Pangan itu menjelaskan pemanfaatan investasi hijau ini juga dirancang agar beriringan langsung dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca secara terukur melalui Second Nationally Determined Contribution (NDC) hingga tahun 2035.

Melalui regulasi seperti Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, pemerintah membuka lebar pasar karbon domestik maupun internasional, agar tata kelola pembiayaan iklim menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah serta dukungan regulasi yang adaptif, ia yakin pengembangan energi bersih dan ekonomi rendah karbon mampu mendongkrak pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menyejahterakan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Apple Luncurkan HomePod Mini Generasi Kedua

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Apple Luncurkan HomePod Min...
Advertisement
Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

Sejarah Besar! Akhirnya Ada Orang Indonesia yang Berlaga di Liga Champions!!!

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.