Pejabat AS: AI X Menyebarkan Misinformasi Pemilu

Selasa, 06 Agu 2024, 21:30 WIB

WASHINGTON - Sebanyak lima negara bagian Amerika Serikat (AS) pada Senin (5/8), mengirimkan surat terbuka kepada Elon Musk, mendesaknya untuk memperbaiki chatbot kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di platform media sosialnya, X, setelah menyebarkan informasi yang salah tentang pemilihan presiden mendatang.

Dikutip dari The Straits Times, desakan itu muncul saat para peneliti menyatakan kekhawatiran situs berpengaruh yang sebelumnya bernama Twitter tersebut, merupakan sarang misinformasi politik, sementara Musk yang mendukung Donald Trump, tampaknya memengaruhi para pemilih menjelang pemilihan umum November dengan menyebarkan kebohongan di akun pribadinya, yang memiliki hampir 193 juta pengikut.

Ket. Foto: Ada pula kekhawatiran Elon Musk tampaknya memengaruhi para pemilih AS menjelang pemilihan umum November dengan menyebarkan berita bohong di akun pribadinya. — Sumber: istimewa

Beberapa jam setelah Presiden AS, Joe Biden, mengundurkan diri dari pemilihan presiden pada bulan Juli dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon dari Partai Demokrat, chatbot bernama Grok menyebarkan informasi palsu tentang batas waktu pemungutan suara, yang disebarkan oleh platform lain.

"Kami mengimbau Anda untuk segera menerapkan perubahan pada Grok untuk memastikan pemilih memiliki informasi yang akurat di tahun pemilihan yang penting ini," kata surat itu.

Mengawasi Pemilu

Surat tersebut ditandatangani oleh sekretaris negara bagian Minnesota, Pennsylvania, Michigan, Washington, dan New Mexico. Di beberapa negara bagian Amerika, pejabat ini bertanggung jawab untuk mengawasi pemilu.

Chatbot secara keliru memberi tahu pengguna bahwa batas waktu pemungutan suara telah lewat di sembilan negara bagian. Pesan tersebut secara efektif menyiratkan Harris tidak memenuhi syarat untuk menggantikan Biden dalam pemungutan suara.

"Ini salah. Di sembilan negara bagian, yang benar adalah sebaliknya," kata surat itu.

"Pemungutan suara belum ditutup, dan batas waktu pemungutan suara yang akan datang akan memungkinkan adanya perubahan terhadap kandidat yang tercantum dalam pemungutan suara untuk jabatan presiden dan wakil presiden Amerika Serikat."

Surat itu menambahkan Grok terus mengulang informasi palsu ini, yang diperkuat oleh banyak unggahan dan menjangkau jutaan orang, selama lebih dari seminggu hingga diperbaiki pada tanggal 31 Juli.

"Ketika puluhan juta pemilih di AS mencari informasi dasar tentang pemungutan suara di tahun pemilihan penting ini, X memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua pemilih yang menggunakan platform Anda memiliki akses ke panduan yang mencerminkan informasi yang benar dan akurat tentang hak konstitusional mereka untuk memilih," kata surat itu.

Dalam apa yang secara luas disebut sebagai pemilu AI pertama Amerika pada bulan November, para peneliti memperingatkan misinformasi yang didukung AI dapat digunakan untuk memanipulasi pemilih, memicu ketegangan dalam lingkungan yang sudah sangat terpolarisasi.

Minggu lalu, Musk menghadapi banyak kritik karena membagikan video deepfake AI yang menampilkan Harris kepada para pengikutnya .

Dalam rekaman tersebut, ada suara latar yang meniru ucapan Harris yang menyebut Biden pikun sebelum menyatakan dia "tidak tahu apa pun tentang cara menjalankan negara".

Video yang ditonton oleh jutaan orang itu tidak menunjukkan tanda-tanda itu adalah parodi, kecuali emoji tertawa. Baru kemudian Musk mengklarifikasi video itu dimaksudkan sebagai sindiran.

Para peneliti menyuarakan kekhawatiran pemirsa mungkin telah salah menyimpulkan Harris mencemooh dirinya sendiri dan mencoreng nama baik Biden.

X, yang menurut para peneliti telah mengurangi upaya moderasi konten dan mengaktifkan kembali akun-akun penyebar misinformasi yang pernah diblokir, juga menghadapi kritik karena memicu ketegangan selama kerusuhan sayap kanan baru-baru ini di seluruh Inggris.

Pada tanggal 4 Agustus, Musk memicu kritik baru karena mengunggah "perang saudara tidak dapat dihindari" sebagai tanggapan terhadap pengguna lain yang menyalahkan kerusuhan pada "dampak migrasi massal dan perbatasan terbuka".

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.