Petani Grobogan Diajak untuk Gunakan Benih Bersertifikat
Senin, 05 Agu 2024, 00:08 WIBJakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengajak ratusan petani di Grobogan, Jawa Tengah, menggunakan benih padi bersertifikat guna meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga bisa mewujudkan swasembada pangan.
"Menanam padi dengan benih dari hasil panen sendiri akan menurunkan hasil produksi. Sebaliknya, benih bersertifikat dapat meningkatkan hasil panen hingga 25 persen," katanya saat menghadiri Rembug Tani se-Grobogan di Grobogan, Jateng, Minggu.
Menurutnya, penggunaan benih unggul bersertifikat adalah salah satu kunci penting untuk mencapai swasembada dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.
Ia menyampaikanbenih bersertifikat telah teruji dan terbukti memberikan dampak besar terhadap produktivitas nasional dan sekaligus dapat menjawab tantangan krisis iklim yang dihadapi dunia.
Sudaryono juga menyebutkan bahwa pemerintah terus bekerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan petani, seperti pemenuhan air melalui pompanisasi dan peningkatan alokasi pupuk subsidi hingga 100 persen.
Ia berharap persoalan harga dapat segera diatasi untuk menjamin keuntungan petani. Jika ada kebutuhan soal alat mesin pertanian, petani diminta agar segera melaporkan kepada dirinya.
"Sebelum ke Jawa Tengah, saya bertemu dengan Direktur Bulog. Instruksinya jelas, hasil panen petani diserap maksimal oleh Bulog. Saya ingin Grobogan menjadi contoh keberhasilan sektor pertanian," ujar Wamentan dalam keterangannya di Jakarta.
Bupati Grobogan Sri Sumarnimengapresiasi upaya pemerintah dalam mendukung petani. Dukungan pemerintah pusat dinilai sangat terasa di daerahnya.
"Selama saya menjabat, sektor pertanian selalu menjadi prioritas. Kami berkomitmen meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani," ujarnya.
Sri juga menambahkan bahwa Grobogan merupakan daerah terbaik dalam pendistribusian pupuk di tingkat nasional.
"Kami memastikan distribusi pupuk berjalan lancar agar tidak ada kendala selama musim tanam," katanya.
Dengan langkah-langkah itu, kata Sri, diharapkan Grobogan dapat menjadi model keberhasilan pertanian yang dapat diikuti oleh daerah lain di Indonesia.
Berita Terkait:
-
Menag Nasaruddin Umar Minta Reformasi Birokrasi Kemenag Berbasis Validitas Data dan Penguasaan Teknologi
-
Rupiah Nyaris Rp17.000, Dampak Perang Asia Barat Makin Ngeri, Dompet Rakyat Terancam?
-
Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Santai: Indonesia Sudah Punya Pengalaman
-
Universitas Brawijaya Kukuhkan 10 Guru Besar Baru pada Februari 2026: Fokus Inovasi Sains dan Teknologi
-
Cerita Audy Item Berjuang Melawan Obesitas
-
Alcaraz dan Sabalenka Jadi Sorotan Saat Babak Kedua Australia Open Dimulai
-
Harga Emas di Pegadaian Rabu Pagi: UBS Rp2,958 Juta/Gr dan Galeri24 Rp2,943 Juta/Gr
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.