- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pendapatan Anjlok, Intel a...
Pendapatan Anjlok, Intel akan PHK 15.000 Karyawan
Jumat, 02 Agu 2024, 11:22 WIBJAKARTA - Intel mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 15 persen dari stafnya, atau 15.000 karyawan, dalam sebuah memo kepada karyawan pada hari Kamis (1/8/), seperti dikutip dari TechCrunch, Jumat (2/8), waktu setempat.
Pengurangan besar-besaran ini merupakan bagian dari rencana besar untuk mengurangi pengeluaran sebesar 10 miliar dolar AS (Rp162 triliun) pada tahun 2025, setelah laporan pendapatan kuartal kedua yang buruk dan prospek yang suram.
"Pendapatan kami tidak tumbuh seperti yang diharapkan dan kami belum sepenuhnya mendapatkan manfaat dari tren kuat seperti AI," kata CEO Pat Gelsinger dalam memo kepada karyawan.
"Biaya kami terlalu tinggi, margin kami terlalu rendah. Kami perlu mengambil tindakan yang lebih berani untuk mengatasi keduanya - terutama mengingat hasil keuangan kami dan prospek untuk paruh kedua tahun 2024, yang lebih sulit dari yang diperkirakan sebelumnya," sambung dia.
Seperti yang dijelaskan Gelsinger, Intel telah berjuang untuk memanfaatkan ledakan kecerdasan artifisial (AI) seperti yang dilakukan perusahaan perangkat keras lainnya, seperti Nvidia.
Intel memimpin revolusi industri teknologi seputar chip CPU sekitar 25 tahun yang lalu, tetapi lambat dalam mengadopsi gelombang komputasi baru seperti ponsel pintar dan AI.
Gelsinger mengatakan pendapatan tahunan di Intel turun 24 miliar dolar AS (Rp390 triliun) antara 2020 dan 2023, meskipun jumlah karyawannya meningkat 10 persen dalam periode yang sama.
Intel melaporkan penurunan pendapatan sebesar 1 persen untuk kuartal kedua dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan mengaitkan kerugian ini dengan hambatan margin kotor terkait produk PC AI-nya. Perusahaan juga menangguhkan dividen pemegang sahamnya mulai kuartal keempat 2024, dan mengantisipasi tren paruh kedua yang "lebih menantang" daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Selain PHK, Intel akan secara luas menawarkan aplikasi untuk program "keberangkatan sukarela" kepada karyawan perusahaan minggu depan, menurut memo tersebut.
Perusahaan juga mengumumkan penawaran pensiun yang ditingkatkan secara menyeluruh untuk karyawan yang memenuhi syarat.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gunung Sinabung Alami Peningkatan Tremor, Badan Geologi Keluarkan Peringatan
-
Tampil Paling Memukau, Barito Utara Borong Pujian di Festival Budaya Isen Mulang 2026
-
Awas Buta karena Gawai, Dokter Mata Turun Gunung ke Pelosok Yogyakarta Ungkap Rumus Rahasia Ini
-
Antisipasi PHK Massal PPPK, Legilastor Minta Pemerintah Longgarkan Kebijakan Alokasi Belanja Pegawai
-
Disdukcapil Kabupaten Bekasi Jemput Bola Rekam KTP Elektronik ke Sekolah dan Desa
-
Menkop Dorong Koperasi Desa Jadi Alternatif Kerja Generasi Muda
-
BI: Cadangan Devisa Desember 2025 Bertambah Jadi 156,5 Miliar Dollar AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.