Awas Buta karena Gawai, Dokter Mata Turun Gunung ke Pelosok Yogyakarta Ungkap Rumus Rahasia Ini

Minggu, 17 Mei 2026, 22:24 WIB

YOGYAKARTA - Sebanyak 240 warga di kawasan pelosok Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapatkan layanan pemeriksaan mata serta fasilitas kacamata gratis dalam agenda bakti sosial di Kapanewon Girisubo, Minggu (17/5). 

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, di Yogyakarta, Minggu, mengatakan tujuan dari acara tersebut adalah untuk menangani berbagai permasalahan sosial kesehatan mata di wilayah pelosok Gunungkidul.

Ket. Foto: Warga Gunungkidul sedang melakukan pengecekan mata gratis yang diadakan di Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Minggu (17/5). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Gunungkidul

"Respon masyarakat luar biasa, jumlah pendaftar mencapai 240 peserta, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 200 peserta," kata Endah dalam keterangannya.

Menurutnya, masyarakat yang datang di agenda tersebut tidak hanya berasal dari Kapanewon Girisubo, tetapi juga wilayah sekitar seperti Kapanewon Rongkop.

"Apresiasi untuk semangat gotong royong dari institusi pendidikan dan kesehatan dalam membantu warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik," kata Endah.

Ia menilai kesehatan mata merupakan anugerah terbesar dari Tuhan yang sering kali terabaikan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Endah mengajak agar masyarakat tidak menganggap remeh munculnya gejala mata kabur atau kelilipan.

"Penglihatan adalah pintu bagi anak-anak untuk belajar dengan baik dan bagi orang tua untuk tetap produktif bekerja," katanya.

Ketua Perdami Yogyakarta Firman Setya Wardhana menambahkan 80 persen penyebab kebutaan adalah gangguan penglihatan seperti katarak.

Gangguan tersebut, lanjutnya, membuat penderita sulit bekerja hingga bergantung pada orang lain yang menimbulkan dampak pada sektor ekonomi.

"Program kali ini mencakup tiga layanan utama skrining katarak, skrining pterigium (selaput mata),dan pemeriksaan kacamata gratis yang didukung penuh oleh dana zakat dari Baznas," kata Firman.

Menurutnya, terdapat tantangan berkaitan dengan layanan kesehatan mata di Gunungkidul, khususnya terkait keterbatasan jumlah dokter mata yang tidak lebih dari 10 dokter.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin pendekatan layanan yang lebih dekat ke masyarakat, termasuk rencana program pendidikan kader dan guru sekolah untuk deteksi dini masalah mata di masa depan," katanya.

Tim medis, lanjut Firman, juga memberikan edukasi mengenai Myopia Week, khususnya kewaspadaan terhadap penggunaan gawai pada anak-anak dengan mengajak untuk menerapkan rumus 20-20-20.

"Setiap 20 menit melihat layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki, kemudian anak-anak disarankan bermain di luar ruangan minimal 2 jam sehari," katanya.

Salah satu peserta, Wariyem, mengatakan kegembiraannya bisa mengikuti pemeriksaan mata, bahkan ia juga mendapatkan fasilitas kacamata secara gratis.

"Karena saya ingin bisa baca Al Quran dengan jelas," kata Wariyem.

  • gunungkidul
  • periksa mata gratis
  • baksos mata
  • girisubo
  • perdami yogyakarta
  • kacamata gratis

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.