Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah

Selasa, 30 Jul 2024, 01:01 WIB

JAKARTA - Pemprov Jakarta terus berupaya untuk menampilkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Janji ini disampaikan Penjabat Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono, saat menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2APBD) Pemprov Jakarta Tahun Anggaran 2023, Senin (29/7).

Penyampaian tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jakarta. Menurut Heru, Rancangan P2APBD merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam upaya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Dia juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi fraksi-fraksi terhadap perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan atas Laporan Keuangan Pemprov Jakarta Tahun Anggaran 2023.

Ket. Foto: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat menghadiri rapat pemandangan umum terhadap Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023 di Gedung DPRD Jakarta, Senin (29/7). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

"Capaian ini merupakan wujud komitmen eksekutif untuk terus mempertahankan dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah," tutur Heru. Menurutnya, eksekutif akan terus meningkatkan percepatan penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK yang hingga 31 Desember 2023 mencapai 90 persen. Angka ini melampaui rata-rata capaian nasional sebesar 78,2 persen.

Heru juga menyoroti berbagai pemandangan umum yang disampaikan fraksi-fraksi. Ini menyangkut, peningkatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Laporan Realisasi Anggaran. Yang terakhir ini terdiri dari Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah. Laporan lainnya menyngkut Peluang Peningkatan Target Pajak dan Penerapan Sistem Online secara real time.

Menurut Heru, untuk alokasi anggaran belanja diarahkan ke pemenuhan belanja prioritas yang berkesinambungan dengan implementasi program prioritas. Ini antara lain, mengedepankan pembangunan infrastruktur dan layanan perkotaan. Juga mengenai penanggulangan banjir, penanganan kemacetan, sampah, pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha. Selanjutnya, pemulihan ekosistem kota dan implementasi pembangunan rendah karbon.

"Prioritas belanja juga difokuskan untuk pemberian bantuan dalam bentuk subsidi pelayanan publik, bantuan sosial, serta bantuan keuangan dalam rangka kerja sama antardaerah," tutur Heru. Pemprov juga berkomitmen untuk mengoptimalkan pencapaian realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 demi kesejahteraan masyarakat Jakarta.

Pangan Bersubsidi

Sementara itu, terkait layanan pangan bersubsidi bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), Pemprov berupaya memastikan ketersediaan stok pangan bersubsidi yang berkualitas di semua lokasi dalam jumlah yang cukup. Pelayanan pangan bersubsidi juga telah menggunakan mekanisme pendaftaran online melalui aplikasi untuk pengendalian dan pengawasan layanan.

Tidak hanya itu, Heru juga menjelaskan terkait pendataan dan layanan program bantuan sosial KJP Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Menurutnya, Pemprov telah verifikasi para pendaftar KJP Plus dan KJMU. Verifikasi data berdasarkan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pada tahap pertama tahun lalu, bantuan KJP Plus telah disalurkan kepada 674.599 penerima. Sedangkan bantuan KJMU disampaikan kepada 15.153 penerima. Untuk tahap kedua tahun 2023, bantuan KJP Plus telah disalurkan kepada 656.390 penerima dan bantuan KJMU kepada 19.042 penerima. "Untuk mempermudah layanan KJP Plus dan KJMU, Pemprov telah menyediakan posko di tingkat kota," tandas Heru.

Terakhir, Heru berharap agar P2APBD Tahun Anggaran 2023 dapat segera disahkan dan dilanjutkan dengan pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024. "Kami berkomitmen untuk menyelesaikan semua tahapan perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 bersama DPRD," ujar Heru. Menurutnya, penguatan kerja sama dan sinergi antara eksekutif dan legislatif jadi kunci keberhasilan setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan anggaran.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.