Tiongkok dan Asean Perkuat Aksi Bersihkan Sisa Ranjau Darat di Asia Tenggara

Minggu, 28 Jul 2024, 01:15 WIB

Beijing - Tiongkok dan negara-negara anggota Asean sepakat untuk melanjutkan kerja sama pembersihan sisa-sisa bahan peledak perang (explosive remnants of waratau ERW) termasuk ranjau darat di kawasan Asia Tenggara.

"Di Asia Tenggara, ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak perang lainnya masih menjadi masalah serius. Sebagai tetangga dekat, sahabat, dan mitra negara-negara Asean, Tiongkok sudah lama berkomitmen untuk kerja sama aksi ranjau demi kemanusiaan dengan Asean," Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok pada Jumat (26/7).

Pada 25-27 Juli dilaksanakan pertemuan para menteri luar negeri (menlu) negara anggota Asean dan para mitranya dalam rangkaian pertemuan Asean, Asean-Tiongkok, East Asia Summit (EAS) ke-14, Asean Plus Three (APT) antara anggota Asean dan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, serta Forum Regional Asean (ARF) ke-31 di Vientiane, Laos.

"Tiongkok memberikan bantuan, melatih personel dan mengirimkan para ahli, Kami juga telah secara aktif membantu meningkatkan kapasitas aksi ranjau di negara-negara Anggota Asean yang terkena ranjau darat dan ERW lainnya sehingga kehidupan lebih aman dan lebih baik bagi penduduk setempat," tambah Mao Ning.

Menlu Tiongkok Wang Yi bersama dengan para menlu anggota Asean membuat Pernyataan Bersama Menteri Luar Negeri Asean-Tiongkok tentang Penguatan Kerja Sama Kemanusiaan Untuk Mengatasi Ranjau Darat.

"Dokumen itu adalah langkah yang baik dengan visi, konsensus, dan tindakan yang memberikan dorongan baru untuk menyelesaikan masalah ranjau darat dan ERW lain di Asia Tenggara," ungkap Mao Ning.

Dalam pernyataan bersama dalam sesi "Asean Post Ministerial Conference (PMC) Plus One Session with Tiongkok" disampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan Tiongkok dan anggota Asean dalam penanganan ranjau darat dan sisa bahan peledak peran lain.

Langkah-langkah tersebut antara lain meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya ranjau darat dan ERW lain, mempercepat pemulihan lahan yang terkontaminasi, menyediakan bantuan medis dan rehabilitasi yang tepat bagi para korban dan memungkinkan masyarakat untuk kembali ke wilayah asal mereka.

Selain itu akan dilakukan juga integrasi aksi penanganan ranjau ke dalam agenda pembangunan berkelanjutan di kawasan, menjajaki berbagai instrumen keuangan untuk pembiayaan penanganan ranjau, melaksanakan kerja sama yang lebih praktis seperti pelatihan personel, penetapan standar, dan latihan bersama, mendukung pekerjaan ARMAC termasuk dalam penggunaan teknologi dalam penjinakan ranjau.

Langkah lain adalah memperkuat kerja sama dengan badan PBB seperti "UN Mine Action Service" dan "UN Development Programme" serta menjajaki kerja sama Selatan-Selatan dan trilateral.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.