Usut Tuntas, KPK Periksa Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono soal Aliran Korupsi

Sabtu, 27 Jul 2024, 00:29 WIB

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Jumat, untuk didalami soal aliran uang terkait perkara dugaan korupsi yang disidik oleh lembaga antirasuah.

"Jadi prosesnya seperti apa dan ditelusuri terkait aliran dananya," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Tessa mengatakan dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena belum mendapatkan laporan lengkap soal pemeriksaan tersebut dari tim penyidik.

Namun, dia mengatakan poin-poin pemeriksaan terkait aliran dana antara lain adalah soal sah atau tidaknya aliran dana tersebut, kemudian dari mana asal uang tersebut dan digunakan untuk apa.

Juru bicara KPK berlatar belakang penyidik itu kemudian menambahkan salah satu poin pemeriksaan Trenggono adalah soal tugasnya saat menjabat sebagai komisaris dan pemegang saham PT Teknologi Riset Global Investama.

"Secara umum yang bersangkutan dimintai keterangan pengetahuannya pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai komisaris ya, tentang pengadaan yang dilakukan," ujarnya.

Untuk diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono
menyatakan siap membantu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus korupsi.

"Jadi, sebagai warga negara yang baik, tentu saya harus membantu KPK, artinya yang saya ketahui tentang peristiwa itu, itu 'kan terjadi pada tahun 2017-2018, yang saya tahu saya sampaikan, yang saya tidak tahu, ya tidak saya sampaikan," kata Trenggono di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.

Trenggono mengatakan hal itu usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK pada hari Jumat. Dia menjalani pemeriksaan pada pukul 08.50 WIB dan selesai diperiksa pukul 11.25 WIB.

Dalam kesempatan itu, Trenggono juga menepis tudingan adanya aliran uang kepada dirinya terkait dengan perkara yang tengah disidik oleh KPK.

"Enggak ada itu, enggak ada," ujarnya.

Penyidik KPK awalnya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Trenggono pada hari Jumat, 12 Juli 2024, namun yang bersangkutan tidak hadir dan baru hari ini memenuhi panggilan penyidik KPK.

KPK hingga saat ini belum memerinci soal kasus yang membuat Trenggono dipanggil oleh KPK.

Sesuai dengan kebijakan KPK, seluruh rangkaian dan detail perkara tersebut akan dibuka ke publik setelah penyidikan rampung.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.