Coco Gauff Kenang Kegagalan ke Tokyo
Rabu, 24 Jul 2024, 07:05 WIBJAKARTA - Olimpiade Tokyo sangat menyedihkan bagi Coco Gauff, Sebab dia gagal berangkat, hanya semalam sebelum terbang ke Jepang. Dia dinyatakan positif Covid-19. Kali ini dia akan membawa warisan legendaris Serena Williams dalam Olimpiade pertamanya pada Olimpiade Paris 2024.
Atlet Amerika Serikat berusia 20 tahun itu menulis surat mengharukan untuk dirinya yang lebih muda sebelum mengenakan seragam merah, putih, dan biru untuk pertama kalinya dalam Olimpiade.
Tiga tahun lalu Ketika masih berusia 17 tahun, Gauff sangat terpukul karena melewatkan Olimpiade Tokyo setelah dinyatakan positif Covid-19 pada malam keberangkatannya ke Jepang. Untuk itu pula, Olimpiade Paris akan dinikmati sepenuhnya.
"Di balik aliran air mata, Anda bertanya-tanya bagaimana bisa menyampaikan kabar ini kepada kapten tim. Rekan tim dan teman harus berjuang atas nama negara tanpa Anda," tulis Gauff dalam surat itu seperti disiarkan WTA, Selasa.
Dia mengulas seluruh dunia yang krisis karena melawan Covid-19. "Perspektif baru mengenai situasi Anda akan memperjelas tujuan baru: lolos ke Olimpiade Paris 2024," ujar petenis berusia 20 tahun itu.
Karena emosi melewatkan Olimpiade Tokyo yang semestinya sebagai Olimpiade pertamanya, Gauff ingin yang kala itu berusia 17 tahun mengetahui "sudah menang" dengan mengamankan tempat Olimpiade Paris. Dia lolos ke Paris setelah melewati kualifikasi yang meliputi gelar WTA 1000 dan WTA 500 pertamanya. Juga kemenangan besar pertamanya musim panas lalu dalam US Open.
Dia mengikuti jejak Williams yang empat kali meraih medali emas Olimpiade saat mewakili AS dalam empat Olimpiade.
"Meskipun tenis adalah olahraga perseorangan, saya menikmati hubungan dengan rekan-rekan satu tim," tulis Gauff.
Dia merasa beruntung karena hubungan di lapangan telah berubah menjadi persahabatan di luar lapangan. Salah satu persahabatan yang menonjol adalah dengan idolanya, Serena Williams.
"Serena dulunya hanyalah orang asing yang tercetak di poster yang tergantung di kamarku. Sekarang saya masih tidak menyangka dia adalah teman dan mentor," ujar Gauff.
Pengaruhnya yang besar terhadap tenis dan artinya menjadi juara adalah warisan yang ingin dijunjung dan dibawa ke Olimpiade. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Franco Baresi Dimakamkan, Lautan Fans AC Milan Gaungkan "Ciao Capitano"
-
KOWANI Gaungkan Gerakan Tempe Indonesia Menuju UNESCO
-
Bikin Haru! Ojek Pangkalan, Penjaga Kedai Kopi hingga Damkar Dapat Undangan Upacara HUT RI di Istana
-
Semangat Kemerdekaan Bersama Whoosh
-
Kebakaran Hutan Mengamuk, Prancis Terpaksa Putus Aliran Listrik
-
Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis
-
Selena Gomez Digugat Lima Investor atas Dugaan Penipuan terkait Bisnis Kesehatan Mental
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.