Pasar Saham Asia Anjlok setelah Biden Mundur dari Pencalonan Presiden AS

Selasa, 23 Jul 2024, 00:02 WIB

HONG KONG - Pasar saham Asia pada hari Senin (23/7) anjlok seiring keputusan Joe Biden untuk mundur dari pencalonan Presiden Amerika Serikat (AS), memicu ketidakpastian baru. Sementara para pedagang tampaknya tidak terpengaruh oleh keputusan Tiongkok untuk memangkas suku bunga dalam upaya untuk meningkatkan ekonominya yang tersendat.

Dikutip dari France 24, setelah upaya pembunuhan terhadap Donald Trump akhir pekan lalu, dan konvensi Partai Republik berikutnya meningkatkan taruhan bahwa ia akan memenangkan pemilu November, para investor mencoba untuk mencari tahu konsekuensi berita terbaru dari Gedung Putih.

Ket. Foto: Joe Biden memberikan dukungannya kepada Wakil Presiden Kamala Harris setelah mengumumkan keputusannya untuk keluar dari pencalonan presiden. — Sumber: istimewa

Biden pada hari Minggu menyerah pada tekanan selama berminggu-minggu agar dia mengundurkan diri setelah penampilan debat yang buruk yang memperbesar pertanyaan tentang kesehatannya, dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris untuk menggantikannya.

Berita tersebut membuat para pedagang bertanya-tanya siapa yang akan bersaing ketat dengan Trump, yang kemenangannya diharapkan telah mengangkat ekuitas dan dolar karena ekspektasi pemotongan pajak dan deregulasi.

Para analis mengatakan, pasar kemungkinan akan bergejolak dalam waktu dekat.

"Meskipun naluri pasar mengatakan bahwa berita tersebut menambah ketidakpastian terhadap hasil pemilu 5 November yang tidak ada minggu lalu, akan butuh waktu berminggu-minggu sebelum siapa pun dapat secara wajar menentukan apakah persaingan untuk Gedung Putih secara signifikan lebih sempit daripada yang diperkirakan sebelumnya," kata Ray Attrill dari National Australia Bank.

"Singkatnya, akan ada lebih banyak kebisingan daripada sinyal mengenai politik AS yang harus dihadapi pasar setidaknya dalam beberapa minggu mendatang."

Saham di Asia jatuh pada hari Senin menyusul kerugian di Wall Street dan di Eropa, di mana perdagangan didominasi oleh kehancuran sistem komputer global, akibat pembaruan yang salah pada program antivirus yang melanda bandara, maskapai penerbangan, kereta api, bank, toko, dan bahkan janji temu dokter.

Pasar di Tokyo, Shanghai, Sydney, Seoul, Singapura, Taipei, Mumbai, Wellington dan Manila semuanya jatuh, meskipun Hong Kong menguat berkat keuntungan besar di perusahaan teknologi Tiongkok. Sedangkan London, Frankfurt dan Paris semuanya naik pada pembukaan

"Seolah-olah permainan catur politik telah membalik papannya, dan para investor harus menanggung akibatnya," kata Stephen Innes, analis andal yangmenjabat sebagai trader senior dan Head of Trading Asia Pacific di broker OANDA ("Olsen And Associates), Singapura.

"Perubahan yang tak terduga ini telah menyuntikkan ketidakpastian politik yang besar ke pasar, membuat semua orang berusaha keras untuk menentukan langkah selanjutnya."

Perkembangan di Washington telah membayangi optimisme bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga paling cepat pada bulan September dan mungkin lagi sebelum bulan Januari.

Ada sedikit reaksi terhadap berita bahwa bank sentral Tiongkok telah memangkas biaya pinjaman saat para pemimpin berupaya untuk menghidupkan kembali ekonomi nomor dua dunia, yang telah terpukul oleh krisis properti besar dan lemahnya permintaan konsumen.

Bank of China menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun dalam upaya mendorong bank komersial agar memberikan lebih banyak kredit.

Keputusan ini diambil setelah pertemuan para pemimpin yang diawasi ketat minggu lalu, yang diakhiri dengan beberapa pengumuman besar, kecuali janji untuk mengatasi "risiko" dalam perekonomian.

Namun, para pejabat berjanji pada hari Jumat untuk membantu meringankan tekanan utang pada pemerintah daerah melalui reformasi sistem perpajakan.

Kekhawatiran tentang keuangan pemerintah daerah telah berkembang selama bertahun-tahun dan diperburuk oleh krisis utang real estat kronis, dan pada bulan April lembaga pemeringkat Fitch menurunkan prospeknya terhadap kredit kedaulatan Tiongkok.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.