Suhu Udara Makin Panas, BPBD Babel Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Senin, 22 Jul 2024, 00:58 WIB

Pangkalpinang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat dalam sepekan ke depan mengurangi aktivitas di luar ruangan karena daerah itu mulai memasuki musim kemarau dengan suhu udara lebih panas dari biasanya.

"Sekarang kita sudah masuk musim kemarau dan personel kita juga sudah mulai siaga untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan," kata Kepala BPBD Provinsi Babel, Mikron Antariksa, di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan puncak musim kemarau ini mengakibatkan cuaca terik di siang hari antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB. Fenomena ini sudah berlangsung sejak 19 Juli dan diperkirakan hingga 25 Juli 2024.

"Suhu yang cukup panas ini karena berembus angin dari timur yang membawa hawa panas dan angin kencang yang datang tiba-tiba. Ada juga cuaca dingin saat malam hari karena angin timur dari dataran Australia yang terasa di kita saat malam dan paginya dingin," ujarnya.

Menurut Mikron, fenomena ini disebut La Lina, yang menyebabkan pertumbuhan awan jadi sedikit sehingga matahari terik langsung terasa ke tubuh manusia. Oleh karena itu warga diminta beraktivitas menggunakan penutup kepala dan sering minum air putih.

"Fenomena La Lina ini tidak ada hari tanpa hujan, meskipun kemarau tetap ada hujan, dan ini akan kita alami selama satu minggu ke depan, kita akan merasa panas karena awan sedikit dan disapu angin," ujarnya.

Mikron mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas luar ruangan pada siang hari serta memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi.

Selain itu, pilih baju yang berbahan ringan atau longgar dan hindari pakaian berwarna gelap agar tidak menyerap panas. Gunakan sunscreendengan baju tertutup sebelum meninggalkan rumah, sediakan semprot botol air dingin, beraktivitas di dalam ruangan, perbanyak minum tanpa menunggu haus agar kebutuhan air dalam tubuh terpenuhi.

Selanjutnya, hindari minuman berkafein, minuman energi, mengandung alkohol, dan minuman manis, hindari juga kontak dengan matahari langsung, gunakan payung dan topi saat di luar rumah.

Warga juga diminta mewaspadai munculnya gejala saat cuaca panas, seperti keringat yang berlebihan, kulit terasa panas dan kering, kulit pucat, jantung berdebar lebih cepat, kram pada kaki atau perut, mual, muntah dan pusing, urine berwarna kuning pekat. Jika hal itu terjadi segera diinginkan tubuh dengan kain basah pada pergelangan tangan, leher dan liputan tubuh lainnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.