BRIN-IAEA Kembangkan Teknologi Daur Ulang Limbah Plastik dengan Nuklir

Sabtu, 20 Jul 2024, 15:00 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengembangkan program Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (Nutec Plastic) sebagai solusi daur ulang limbah plastik dengan teknologi nuklir.

Pengembang Teknologi Nuklir Ahli Utama, Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi BRIN Totti Tjiptosumirat melalui keterangan di Jakarta, Sabtu (20/7), menyebut Indonesia dianggap IAEA sebagai negara yang mampu memanfaatkan teknologi nuklir untuk mengolah limbah plastik sehingga dijadikan negara percontohan di kawasan Asia Pasifik.

"Untuk itu, IAEA memberikan dukungan dengan cara menghibahkan fasilitas Electron Beam Machining (EBM). Tentu saja pemanfaatannya tidak hanya untuk mengolah limbah plastik, tetapi juga untuk pengembangan-pengembangan riset lain ke depannya," ujarnya.

Totti yang juga Technical Cooperation (TC) National Liaison Officer (NLO) Indonesia untuk IAEA itu, mengatakan proyek yang dinamakan dengan TC INS 1031 itu terkait dengan program unggulan IAEAbidang lingkungan, khususnya dalam rangka memitigasi atau mengurangi limbah plastik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"TC INS 1031 yang terkait dengan Nutec Plastic yaitu memitigasi limbah plastik atau mendaur ulang plastik yang dalam pelaksanaannya membutuhkan teknologi nuklir berupa EBM," ujarnya.

Direktur Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran BRIN Muhammad Subekti menyatakan dukungan terhadap hibah EBM 2,5 MEV dari IAEA dengan mempersiapkan segala kebutuhan infrastruktur.

Ia mengatakan kerja sama secara internal telah dilakukan dengan periset Organisasi Riset Tenaga Nuklir untuk menentukan lokasi peletakan EBM di Kawasan Nuklir, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJHabibiediSerpong.

"Kami mendukung dan berharap infrastruktur yang akan dibangun oleh BRIN ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan riset, kepentingan pengembangan industri, economic scale, atau skala lebih besar untuk kepentingan produksi yang ada di Indonesia," ujarnya.

Senior Program Management Officer IAEA Petra Salame mengatakan pihaknya mendukung Indonesia dalam pengembangan fasilitas berkas elektron yang akan digunakan untuk modifikasi polimer.

Menurutnya, Indonesia mengalami kemajuan besar dalam dua komponen proyek, yaitu komponen hulu yang merupakan komponen daur ulang dan komponen hilir berupa pemantauan kelautan.

"Kami berharap Indonesia terus berupaya dan mencapai prestasi yang berkelanjutan," kata dia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.