Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BP2MI ajak mahasiswa tangkap peluang bekerja di luar negeri

📅 Jumat, 19 Jul 2024, 16:26 WIB | Oleh:
BP2MI ajak mahasiswa tangkap peluang bekerja di luar negeri Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Tangkapan layar - Sestama BP2MI Rinardi dalam sosialisasi pelindungan dan penempatan PMI yang dipantau daring dari Jakarta, Jumat (19/7/2024)

Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengajak mahasiswa untuk menangkap peluang kerja di luar negeri dan berangkat dengan langkah penempatan sesuai prosedur untuk memastikan pelindungan.

Sekretaris Utama (Sestama) BP2MI Rinardi dalam sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) dipantau daring dari Jakarta, Jumat, menjelaskan Indonesia memiliki potensi untuk menempatkan banyak pekerja ke luar negeri mengingat banyak negara sekarang menghadapi tren populasi yang menua.

"Indonesia punya bonus demografi dan selalu surplus terkait dengan sarjana kita, terutama perawat setiap tahun itu ada 3 ribu perawat surplus. Sementara di luar negeri kebutuhan untuk itu banyak sekali," ujar Sestama BP2MI Rinardi.

Dia memberikan contoh, bagaimana baru-baru ini BP2MI melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan pemerintah daerah New Brunswick di Kanada sebagai langkah awal untuk meningkatkan kerja sama ketenagakerjaan.

Langkah tersebut dilakukan karena wilayah itu membutuhkan banyak pekerja migran, dengan Rinardi menyorotinya sebagai kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.

"Peluang kerja di luar negeri itu besar sekali, sektornya juga ada bermacam-macam," katanya saat berbicara di hadapan para mahasiswa Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta kepada para mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi jika ingin bekerja di luar negeri dan melakukan penempatan melalui jalur-jalur sesuai prosedur untuk memastikan perlindungan.

Menurut data BP2MI, jumlah PMI dalam periode 2007-sampai dengan Juli 2024 mencapai 5.078.905 orang. Dalam empat tahun terakhir sendiri sudah dilakukan penempatan 830.904 orang di berbagai negara penempatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
BPBD: 253 Unit Rumah Rusak ...
Nasional
Menko PM Ungkap Sekolah Rak...

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Prediksi Hujan Guyur S...
Luar Negeri
Irak Kembali Buka Jalur Uda...

WN Malaysia Diminta Tunda Traveling ke Prancis di Tengah Demonstrasi

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
WN Malaysia Diminta Tunda T...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.