Pemerintahan Biden Luncurkan Langkah Baru Turunkan Biaya Perumahan

Kamis, 18 Jul 2024, 00:14 WIB

Istanbul - Pemerintahan JoeBiden pada Selasa (16/7) meluncurkan langkah-langkah baru untuk menurunkan biaya perumahan di Amerika Serikat dengan membatasi kenaikan harga sewa dan membangun lebih banyak rumah.

Pemerintah ingin melindungi penyewa properti multi-keluarga yang dibiayai oleh pinjaman yang diperoleh Fannie Mae dan Freddie Mac yang merupakan dua perusahaan penjamin dan pembeli sebagian besar hipotek di Amerika Serikat.

Ket. Foto: Ilustrasi - Salah satu perumahan di Amerika Serikat. — Sumber: ANTARA/Shutterstock

"Meskipun pemerintahan sebelumnya memberikan keringanan pajak khusus kepada pemilik tanah, saya berupaya menurunkan biaya perumahan bagi keluarga," kata Biden dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih.

Perlindungan tersebut termasuk mewajibkan pemberitahuan 30 hari sebelum kenaikan harga sewa, pemberitahuan 30 hari tentang berakhirnya sewa, dan memberikan masa tenggang lima hari sebelum mengenakan biaya keterlambatan pembayaran sewa.

Biden juga mendesak Kongres AS untuk mengesahkan undang-undang yang meminta pemilik perusahaan untuk membatasi kenaikan sewa unit yang ada sebesar 5 persen atau berisiko kehilangan keringanan pajak federal yang berlaku saat ini.

"Hari ini, saya mengirimkan pesan yang jelas kepada para pemilik perusahaan. Jika Anda menaikkan harga sewa lebih dari 5 persen pada unit yang ada, Anda akan kehilangan keringanan pajak yang berharga," ucapnya.

Jika Rencana Perumahan Biden-Harris disahkan, sebanyak 2 juta rumahakan dibangun dan diberikan keringanan hipotek sebesar 10.000 dolar AS (Rp161 juta) untuk membuka kepemilikan rumah bagi jutaan orang Amerika.

"Biaya sewa terlalu tinggi dan biaya membeli rumah berada di luar jangkauan banyak keluarga pekerja dan anak muda Amerika, setelah puluhan tahun gagal membangun rumah yang cukup. Saya bertekad untuk membalikkan keadaan," ujarBiden.

Melalui keterangan terpisah, Gedung Putih menambahkan bahwa langkah-langkah baru penurunan biaya perumahan juga mencakup penggunaan kembali lahan federal untuk membangun puluhan ribu rumah dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, ada seruan bagi pemerintah negara bagian dan lokal guna mengambil tindakan untuk membangun perumahan yang lebih terjangkau di lahan publik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.