Sekolah Swasta Terdampak PPDB Harus Berpacu Tingkatkan Mutu

Selasa, 16 Jul 2024, 00:03 WIB

Serang - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabarmengatakan sekolah swasta yang terdampak dari sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) zonasi harus berpacu dalam mutu.

"Jadi silakan untuk berpacu dalam mutu, karena para orang tua akan berhitung tentang mutu pendidikan dan itu menjadi pilihan," ujar Al Muktabar di Serang, Senin.

Al Muktabar mengatakan tidak ada masalah dari sistem PPDB zonasi yang berdampak ke sekolah swasta.

Sebab pemerintah daerah sudah menetapkan bantuan operasional sekolah nasional (Bosnas), bantuan operasional sekolah daerah (Bosda), serta honorarium pada gurunya.

Menurutnya, bersekolah di swasta merupakan pilihan masyarakat dan pada dasarnya tidak ada paksaan untuk bersekolah di milik negeri atau swasta.

"Ada swasta yang mahal sekali biayanya peminatnya juga luar biasa banyak karena para siswa dan orang tua mengedepankan tentang mutu pendidikan mutu proses belajarnya," ujar Al Muktabar.

"Sekali lagi ingin saya ulang, ini adalah pilihan masyarakat. Jangan di dikotomikan, jadi silakan masyarakat memilih," ujar dia.

Al Muktabar mengatakan tugas pemerintah daerah dalam hal ini memberikan sarana prasarana agar pendidikan semakin baik untuk mempersiapkan bonus demografi, demi mencapai visi Indonesia emas 2045.

Di sisi lain, imbas PPDB jalur zonasi menyebabkan penyusutan jumlah siswa baru yang masuk di sekolah swasta, seperti halnya di SMK PGRI 1 Kota Serang.

Wakil Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Saepudin mengatakan tiap tahunnya penerimaan di sekolahnya terus menurun selama lima tahun terakhir.

"Siswanya terus menurun, sekarang saja kurang dari 100 siswa baru, yang harusnya satu rombel (rombongan belajar) tiap jurusan 36 siswa, ini hanya enam siswa, dua belas siswa tiap masing-masing jurusan.

Menurut Saepudin, selain siswa, guru yang sudah mengajar puluhan tahun berhenti, akibat kurangnya siswa.

Hanya beberapa orang guru yang bertahan sambil menjalankan aktivitas pembelajaran agar terus bertahan, di tengah sekolah swasta lainnya yang mengambil langkah untuk tutup.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.