Perempuan Ubah Tantangan Jadi Karya

Senin, 20 Apr 2026, 03:17 WIB

Jakarta – Anggota DPR RI Novita Hardini mengajak perempuan Indonesia untuk mengubah berbagai tantangan hidup, baik sosial maupun ekonomi, menjadi karya yang mampu memberi kekuatan bagi orang lain.

Ajakan tersebut disampaikan dalam ajang TGX Women Summit 2026 yang juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Bising dan Hening, sebuah karya kolaboratif perempuan penyintas yang mengisahkan perjalanan hidup, pergulatan batin, hingga proses bangkit dari berbagai ujian.

Ket. Foto: Anggota DPR RI Novita Hardini menandatangani peluncuran buku "Bising dan Hening" dalam kegiatan TGC Women Summit 2026 di Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026). — Sumber: Antara

“Terkadang dalam hidup, yang mampu menasihati diri kita adalah diri kita sendiri. Ketika pengalaman ditulis, lalu dibaca kembali beberapa tahun kemudian, tulisan itu bisa menjadi nasihat terbaik bagi masa depan kita,” ujar Novita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/4).

Founder UPRINTIS Indonesia itu menjelaskan, buku tersebut menjadi simbol bagaimana pengalaman hidup dapat diolah menjadi karya yang menguatkan orang lain. Ia berharap buku ini dapat menjadi medium refleksi sekaligus ruang aman bagi perempuan untuk menyuarakan pengalaman yang selama ini sulit diungkapkan.

Melalui forum yang dikemas dalam bentuk workshop inspiratif, Novita juga mengajak perempuan untuk menyalakan semangat perjuangan positif sebagai energi perubahan di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang semakin kompleks.

Menurutnya, TGX Women Summit 2026 menjadi ruang kolaboratif bagi perempuan, generasi muda, serta pelaku ekonomi kreatif untuk membangun optimisme dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

“Hingga tahun 2026, perempuan Indonesia masih menghadapi banyak barier yang tidak menguntungkan di berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh perempuan untuk menyalakan api perjuangan yang positif agar mampu menghadapi kehidupan masing-masing,” katanya.

Ia menilai kebangkitan perempuan dalam rumah tangga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus memperkuat masyarakat. Oleh sebab itu, pemberdayaan perempuan harus diwujudkan secara nyata melalui ruang kreatif dan penguatan kapasitas, bukan sekadar ­wacana.Ant/YK/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.