Perpustakaan Purwakarta Siapkan Ribuan Koleksi Buku Perkuat Literasi
Selasa, 16 Jul 2024, 16:14 WIBPURWAKARTA - Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), menyiapkan ribuan koleksi buku untuk terus memperkuat budaya literasi dan meningkatkan minat baca.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) PurwakartaRudi Hartono, di Purwakarta, Selasa, mengatakan pihaknya juga melakukan pembaharuan dan penambahan koleksi buku atau media sumber informasi dan pengetahuan lainnya, seperti buku digital (e-book), jurnal penelitian, media massa, dan lain-lain.
"Langkah itu ditempuh untuk terus meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat Purwakarta," katanya.
Berdasarkan data dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Purwakarta, lanjutnya, koleksi yang dimiliki Perpusda Purwakarta saat ini sudah mencapai 104.541 eksemplar, yang terdiri atas 98.972 buku, 5.214 buku digital (e-book), dan 355 cakram optik digital (CD).
Sementara koleksi jumlah judul buku, e-book dan CD mencapai 12.714 judul yang terdiri dari koleksi judul buku sebanyak 11.135 judul, e-book 1.420 judul, dan CD sebanyak 159 judul.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Purwakarta Asep Supriatna menyampaikan kini pihaknya masih terus berupaya memperbarui dan menambah jumlah koleksi yang sudah ada. "Kami ingin sumber pengetahuan dan informasi terbaru bisa menambah koleksi tersebut," kata dia.
Selain koleksi buku, pihaknya juga terus berupaya memperbanyak jumlah perpustakaan dan memperluas pelayanan bagi masyarakat untuk bisa mengakses sumber informasi dan ilmu pengetahuan.
Saat ini jumlah perpustakaan di wilayah Purwakarta mencapai 1.058 perpustakaan, baik yang dikelola masyarakat, komunitas, pihak swasta, maupun pemerintah, mulai pemerintahan desa, kecamatan hingga perpustakaan kabupaten. Jumlah itu tersebar di 183 desa dan 9 kelurahan di 17 kecamatan seluruh Kabupaten Purwakarta.
Menurut Asep, sebaran lokasi perpustakaan itu mulai dari desa hingga di perkotaan. Jenis dan skala besaran perpustakaannya juga sangat bervariasi.
"Mulai dari perpustakaan yang dikelola masyarakat secara mandiri, perpustakaannya sangat kecil, sederhana dan koleksi bukunya sangat terbatas. Ada juga perpustakaan yang dikelola komunitas maupun pihak swasta yang lebih terkelola dengan baik," katanya.
Untuk terus meningkatkan ketertarikan masyarakat mengunjungi perpustakaan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antara lain dengan penambahan jam layanan perpustakaan.
"Kami juga melakukan jemput bola agar minat baca masyarakat terus terpelihara dan makin meningkat. Caranya adalah dengan menambah frekuensi perpustakaan keliling hingga ke pelosok desa," kata Asep Supriatna. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Kunjungi Museum Imam Bonjol, Wagub Rano Bidik Kerja Sama Wisata Edukasi Jakarta–Pasaman
-
IHSG Hari Ini Menguat! Damai AS-Iran Jadi Bahan Bakar Reli Pasar
-
Kemampuan Literasi Bukan Sekadar Bisa Membaca
-
Mengenal Fenomena Mariko Aoki: Kebelet Eek Tiap Masuk Toko Buku
-
Mengoptimalkan Layanan Perpustakaan untuk Meningkatkan Wawasan Warga Binaan Pemasyarakatan
-
Popi Ayer: Tanpa Perlindungan, Nelayan Kecil Papua Terancam Kapal Besar
-
Rehabilitasi Perpustakaan untuk Hidupkan Semangat Belajar di Kebumen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.