Kunjungi Museum Imam Bonjol, Wagub Rano Bidik Kerja Sama Wisata Edukasi Jakarta–Pasaman

Selasa, 14 Apr 2026, 16:55 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai penggerak utama pembangunan. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Museum Tuanku Imam Bonjol di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4).

Menurut Rano, kebudayaan tidak hanya menjadi simbol identitas suatu daerah, tetapi juga fondasi penting dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi. Ia menilai nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi harus tetap dijaga agar kemajuan tidak menghilangkan jati diri masyarakat.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai penggerak utama pembangunan. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Museum Tuanku Imam Bonjol di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Kebudayaan harus kita tempatkan sebagai penggerak pembangunan. Ia hidup dari tradisi dan nilai yang diwariskan, sekaligus menjadi fondasi agar kemajuan berjalan seiring dengan penguatan jati diri, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Rano juga menyoroti peran pelaku UMKM di Pasaman yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Ia menilai semangat tersebut penting untuk terus diwariskan kepada generasi muda agar pembangunan tetap berakar pada kekuatan lokal.

"Karena itu, kepada para pelajar, teruslah belajar dengan sungguh-sungguh dan bangga terhadap budaya daerah sebagai bekal meraih cita-cita," tuturnya.

Kunjungan ke Sumatera Barat ini juga memiliki makna personal bagi Rano Karno. Ia mengungkapkan bahwa ayahnya, Soekarno M. Noer, berasal dari Kampung Jamba, Kecamatan Bonjol, sehingga kehadirannya menjadi bagian dari ikatan emosional dengan daerah tersebut.

"Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, baik dalam kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, maupun penguatan identitas daerah. Kehadiran kami tidak sekadar kunjungan, tetapi bagian dari upaya membangun sinergi dan membuka kerja sama yang lebih luas antara DKI Jakarta dan Kabupaten Pasaman," paparnya.

Selain itu, Rano juga melihat potensi besar pengembangan wisata edukasi di kawasan Bonjol, khususnya di sekitar Tugu Khatulistiwa dan fasilitas planetarium. Ia membuka peluang kolaborasi antara kawasan tersebut dengan fasilitas edukasi di Jakarta untuk meningkatkan daya tarik wisata berbasis pengetahuan.

"Mudah-mudahan ada ruang kerja sama yang bisa dikembangkan, termasuk untuk revitalisasi, sehingga kunjungan ke kawasan ini semakin menarik dan memberikan nilai tambah dari sisi edukasi," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mengembangkan program School Goes to Equator. Program ini bertujuan menjadikan planetarium sebagai pusat edukasi bagi pelajar sekaligus meningkatkan kunjungan wisata secara berkelanjutan.

"Melalui program School Goes to Equator, kami berharap planetarium ini dapat menjadi pusat edukasi yang terus berkembang dan meningkatkan kunjungan secara berkelanjutan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta," kata Welly.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama antar daerah dalam bidang kebudayaan, pendidikan, dan pengembangan ekonomi lokal. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan berbasis potensi daerah.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.