Pemprov Banten Dapat Apresiasi dari Kemenkes karena Capai Target Temuan TBC
Senin, 15 Jul 2024, 21:59 WIBSerang - Pemerintah Provinsi Banten meraih apresiasi dari Kementerian Kesehatan sebagai provinsi pertama yang mencapai target temuan Tuberculosis (TBC).
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Banten Virgojanti dalam keterangannya diterima di Serang, Senin mengatakan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, estimasi kasus TBC di Provinsi Banten 50.391 kasus.
Dari Target yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebesar 45 persen, Provinsi Banten telah mencapai 50 persen target temuan TBC.
"Alhamdulillah, sementara kita telah mencapai target temuan kasus TBC sebesar 50 persen. Dan itu kita mendapat apresiasi oleh Kementerian Kesehatan," ujar Virgojanti.
Provinsi Banten merupakan Provinsi pertama capai target temuan TBC. Capaian Tuberculosis nasional mencapai 36 persen dari target sebesar 45 persen.
Apresiasi itu disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu pada Rapat Inflasi pembahasan tentang tuberculosis dan Polio secara virtual.
Dikatakan, capaian temuan TBC itu terus ditingkatkan serta menjadi perhatian serius bagi Pemprov Banten.
Dalam penanganan penderita TBC telah diinventarisir berdasarkan data by name by address, sehingga penanggulangan dan penanganannya terus diperhatikan hingga proses penyembuhan.
"Saat ini Pemprov Banten telah 100 persen persiapkan ketersediaan obat dalam mengatasi TBC," kata dia.
Selain ketersediaan obat, lanjut Virgo masyarakat diimbau untuk dapat melaporkan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas, klinik dan petugas Posyandu jika terdapat masyarakat yang menderita TBC sehingga pemerintah daerah berupaya memutus rantai TBC.
"Kami mengimbau masyarakat di semua lini jika ada tetangga, saudara, atau keluarga yang menderita TBC harus cepat diinformasikan kepada layanan kesehatan. Obat sudah tersedia secara menyeluruh dan masyarakat penderita TBC harus rajin minum obat selama enam bulan. Insya Allah bisa sembuh," kata Virgojanti.
Dia mengharapkan agar masyarakat jangan malu untuk melaporkan kasus TBC kepada pemerintah melalui layanan kesehatan. agar tidak memberikan penularan yang cukup tinggi.
Di samping itu, dalam mencegah kasus Poliomyelitis (penyakit virus polio) Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan tim percepatan Satgas Polio serta menetapkan tim vaksinasi polio.
"Percepatan Satgas TBC kita sudah ada, juga Satgas Polio sudah kita siapkan beserta tim vaksinasinya. Bahkan kita intens memberikan informasi secara berjenjang kepada Kabupaten/Kota terhadap kasus dan upaya penanganan polio di Provinsi Banten," ujar dia.
Berita Terkait:
-
Prakiraan Cuaca BMKG Sebagian Besar Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Senin Malam
-
50 Persen Kawasan Penyangga Jabodetabek Ada di Bogor, Lingkungan Jadi Sorotan
-
Sambut HUT ke-499 Jakarta, Walikota Jaktim Munjirin Ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta
-
Sawah terdampak kekeringan di Banten
-
G7 Kurangi Ketergantungan Pasokan Mineral dari Tiongkok
-
Dukung Konektivitas dan Ekonomi Warga, 4 Jembatan Gantung Dibangun di Banten Tahun 2026
-
Kabar Baik! Bantuan Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Mulai Juli 2026, Sasar 33 Juta Keluarga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.