Pemerintah Siapkan Rekomendasi Keberlanjutan Satu Peta

Jumat, 12 Jul 2024, 08:42 WIB

JAKARTA - Pemerintah tengah menyusun White Paper One Map Policy Beyond 2024 sebagai dokumen keberlanjutan Kebijakan Satu Peta untuk pemerintahan selanjutnya. Kebijakan Satu Peta diklaim mulai menunjukkan hasil positif, termasuk penurunan tingkat tumpang tindih lahan.

"Dengan nilai strategis dan kebermanfaatan Kebijakan Satu Peta, saat ini sedang disusun White Paper One Map Policy Beyond 2024 yang memuat usulan rekomendasi keberlanjutan pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pasca 2024," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat konferensi pers One Map Policy Summit di Jakarta, Kamis (11/7).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Adapun enam rekomendasi yang diusulkan di antaranya: Pertama, berupa penguatan dasar hukum penyelenggaraan Kebijakan Satu Peta melalui pengamanatan dalam Undang-Undang (UU) Geospasial dan turunannya. Selain itu, pemerintah merekomendasikan penyusunan grand design Kebijakan Satu Peta.

Rekomendasi kedua, mewujudkan perwujudan serta pemutakhiran peta tematik dan peta dasar skala besar. Ketiga, penyelesaian ketidaksesuaian pemanfaatan ruang.

Keempat, peningkatan teknologi dan infrastruktur Geoportal Kebijakan Satu Peta. Kelima, peningkatan ketersediaan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Geospasial. Keenam, penguatan kolaborasi dan optimalisasi anggaran.

Airlangga menjelaskan, Geoportal Kebijakan Satu Peta digunakan untuk kegiatan Berbagi Pakai Data dan Informasi Geospasial, yang secara luas telah dimanfaatkan dengan baik oleh kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda).

"Kebijakan ini telah menyelesaikan 151 peta tematik dari 23 pemerintahan berbagai di 38 provinsi. Berbagai data dan informasi dilakukan dengan Geoportal Kebijakan Satu Peta dan secara luas telah dimanfaatkan oleh berbagai K/L," jelasnya.

Dia memaparkan, hingga Juni 2024, Kebijakan Satu Peta telah menyelesaikan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang sebesar 19,97 juta hektare, yaitu dari 77,38 juta hektare pada 2019 berhasil diturunkan menjadi 57,41 juta hektare.

Hasil Sinkronisasi

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Muh. Aris Marfai, menambahkan Peta Indikatif Tumpang Tindih IGT (PITTI) hasil dari sinkronisasi menunjukkan penurunan tumpang tindih lahan sebesar 10,5 persen di Indonesia selama tiga tahun terakhir.

"Untuk luas tumpang tindih pada 2019 sebesar 77 juta hektare, sedangkan luas tumpang tindih terbaru pada 2024 mencapai 57 juta hektare. Dengan demikian, telah terjadi penurunan tumpang tindih sebesar 10,5 persen dalam kurun waktu 3 tahun terakhir," kata Aris.

Aris menjelaskan capaian tersebut disebabkan adanya perubahan regulasi dan kebijakan sebagai acuan dasar hukum penilai tipologi serta pemutakhiran Informasi Geospasial Tematik (IGT) PTTI.

Adapun Kebijakan Satu Peta telah diatur dan ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 23 Tahun 2021 tentang perubahan atas Perpres No 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada tingkat ketelitian peta 1:50.000.

Aris menyampaikan, hingga saat ini progres kompilasi IGT telah mencapai 100 persen. Sementara integrasi data masih mencapai 98 persen. Kemudian masih terdapat 2 IGT yang menunggu verifikasi perbaikan.

Lebih lanjut, dia mengatakan Kebijakan Satu Peta telah melaksanakan pemantauan melalui sistem monitoring dan evaluasi berbasis elektronik (e-monev).

Sampai saat ini, sudah ada 23 kementerian/lembaga (K/L) melakukan rencana aksi, di mana 14 K/L sudah memenuhi target Rencana Aksi Kebijakan Satu Peta, sementara 9 K/L masih dalam proses pelaksanaan target.

"Pada kesempatan ini kami sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada kementerian dan lembaga atas capaian yang sudah diperoleh," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.