Basarnas: Bocah Tenggelam di Sungai Koltim Ditemukan Meninggal Dunia
Selasa, 02 Jul 2024, 16:12 WIBKENDARI -- Basarnas Kendari menyebut bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan bocah yang tenggelam di sungai di Desa Lalowosula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Basarnas Kendari Aminuddin PS di Kendari, Selasa, mengatakan bahwa bocah bernama Sakina (10) itu ditemukan pada operasi SAR hari kedua.
Dia menyebutkan bahwa operasi hari kedua dimulai pada Selasa pagi pukul 07.00 WITA oleh tim SAR gabungan dengan membagi tiga tim pencarian. Tim pertama berbanjar di aliran sungai, tim kedua menyisir sisi kanan sungai, dan tim ketiga menyisir sisi kiri sungai.
"Pada pukul 08.10 WITA, tim SAR menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar 1,57 kilometer dari lokasi tenggelam," kata Aminuddin.
Dia menyampaikan bahwa setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Koltim.
Aminuddin mengungkapkan bahwa dengan telah ditemukannya korban tersebut, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.
"Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," ujarnya.
Adapun unsur yang terlibat, lanjutnya, yakni Pos SAR Kolaka, Polsek Ladongi, Babinsa Kecamatan Ladongi, BPBD Koltim, Tagana Koltim, Pemerintah Kecamatan Ladongi, KPA Kompak Timur, masyarakat setempat dan keluarga korban.
Sebelumnya, diberitakan, Tim Penyelamat Pos SAR Kolaka, Basarnas Kendari melakukan operasi pencarian terhadap seorang bocah perempuan yang tenggelam di Sungai Lalowosula, Kecamatan Ladong, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Basarnas Kendari Aminuddin A.S di Kendari, Senin, mengatakan bahwa bocah tersebut Bernama Sakina berusia 10 tahun. Dia dilaporkan hilang oleh orang tuanya, pada pukul 10.30 WITA.
"Kami menerima informasi telah terjadi kondisi membahayakan manusia terhadap satu orang anak yang diduga tenggelam di Sungai Desa Lalowosula, Kecamatan Ladongi," kata Aminuddin.
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi tersebut, pihaknya kemudian memberangkatkan Tim Penyelamat Pos SAR Kolaka menuju ke lokasi yang dilaporkan untuk memberikan bantuan SAR.
"Jarak tempuh lokasi tersebut dengan Pos SAR Kolaka sekitar 69 kilometer," ujarnya.
Aminuddin menyampaikan bahwa saat tiba di lokasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyisiran di sekitar sungai bersama dengan beberapa unsur lainnya dengan kondisi cuaca berawan dan berpotensi akan terjadi hujan ringan.
Aminuddin juga menambahkan bahwa hilangnya korban bermula saat dia bersama adiknya bernama Sahril keluar bermain di sekitar sungai dekat rumah mereka, pada pukul 13.00 WITA.
Kemudian pada pukul 15.00 WITA, adik korban kembali ke rumah tanpa bersama korban.
"Pencarian telah dilakukan oleh keluarga, namun hingga informasi ini diterima dengan hasil nihil," kata Aminuddin.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Impor Kedelai Tembus 2,56 Juta Ton, Legislator Desak Pemerintah Lindungi Petani Lokal
-
Usai Kehilangan Sang Ayah, Lionel Messi Ragu Lanjutkan Karier Bermain Sepak Bola
-
Kekeringan Ekstrem Landa Jerman, Sektor Peternakan Jadi Korban Terparah
-
Perkembangan pencarian jurnalis hilang kontak
-
Ini 3 Agenda Prioritas Kemkomdigi untuk Perkuat Kedaulatan Digital
-
PSG Pertahankan Gelar Piala Super Eropa Usai Taklukkan Aston Villa 2-1
-
Kemenkes Minta RSUP Ngoerah Ubah Pola Pikir Tenaga Kesehatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.