Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Tuduh Tiongkok Gunakan Kekuatan Ilegal

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Tuduh Tiongkok Gunakan Kekuatan Ilegal Doc: AFP/ARMED FORCES OF THE PHILIPPINES-PUBLIC AFFAIRS
Ket. Bentrokan 17 Juni l Cuplikan gambar dari rekaman video memperlihatkan terjadinya bentrokan antara personel AL Filipina dan Penjaga Pantai Tiongkok dekat Second Thomas Shoal di LTS pada 17 Juni lalu. Pada Senin (24/6), Menhan Filipina menyatakan bahwa bentrokan ini bukanlah sebuah kesalahpahaman atau kecelakaan.

MANILA - Menteri Pertahanan Filipina pada Senin (24/6) mengatakan bahwa Tiongkok telahmenggunakan kekuatan agresif dan ilegal untuk mengganggu misi pasokan di LautTiongkokSelatan(LTS). Selain itu Menhan Filipina pun mengatakan insiden maritim pada 17 Junilaluyang melukai seorang pelaut, bukanlah kesalahpahaman atau kecelakaan.

"Kami tidak meremehkan insiden tersebut," ucap Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro pada konferensi pers setelah ketua dewan maritim Filipina mengatakan pada tanggal 21 Juni bahwa bentrokan maritim tersebut mungkin merupakan kesalahpahaman atau kecelakaan.

Seorang pelaut Filipina menderita luka serius setelah apa yang digambarkan oleh militer Filipina sebagai serudukan berkecepatan tinggi yang disengaja oleh Penjaga Pantai Tiongkok, yang bertujuan untuk mengganggu misi pasokan pasukan yang ditempatkan di Second Thomas Shoal pada 17 Juni lalu.

Selain itu juga terpantau bahwa ada personel Penjaga Pantai Tiongkok yang membawa pisau dan tombak menjarah senjata api dan sengaja menusuk perahu karet Filipina yang terlibat dalam misi tersebut, kata militer Filipina.

Insiden ini merupakan insiden terbaru dan paling serius dalam serangkaian konfrontasi yang meningkat antara kapal-kapal Tiongkok dan Filipina dalam beberapa bulan terakhir karena Beijing meningkatkan upaya untuk mendorong klaimnya atas hampir semua jalur perairan yang strategis.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah membantah pendapat Filipina, dan seorang juru bicaranya mengatakan pada tanggal 20 Juni lalu bahwa tindakan yang diambil oleh penjaga pantai adalah tindakan yang sah dan profesional.

"Kami justru melihat kejadian terbaru di Ayungin bukan sebagai kesalahpahaman atau kecelakaan. Ini adalah tindakan yang disengaja oleh pejabat Tiongkok untuk mencegah kami menyelesaikan misi kami," kata Teodoro, menggunakan nama lokal untuk Second Thomas Shoal. "Itu adalah penggunaan kekuatan yang agresif dan ilegal. Namun kami terus mencari solusi damai terhadap masalah ini,"imbuh dia.

MenhanTeodoropun dalam pernyataannyamengatakan Filipina akan terus menambah pasokan pasukannya yang ditempatkan di kapal perangusangyangsengaja dikandaskandi Second Thomas Shoal, namun Filipina tidak akan mempublikasikan jadwal misi, yang menurutnya tidak memerlukan izin atau persetujuan dari siapapun.

"Kami tidak akan menyerahkan satu inci pun, bahkan satu milimeter pun dari wilayah kami kepada kekuatan asing manapun," tegas Menhan Teodoro, mengulang kembali kebijakan Presiden Ferdinand Marcos di LTS.

Tanggapan Beijing

Menanggapi pernyataanMenhanTeodoro, Kementerian Luar Negeri Tiongkokpada Seninmengatakan bahwa Filipina harus menghentikan pelanggaran dan provokasinya dan bekerja sama dengan Tiongkok untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di LTS. Mereka juga mendesak Manila untuk menghentikan pelanggaran dan menyesatkan komunitas internasional.

Sebelumnya pada Minggu (23/6),PresidenFilipina,Ferdinand MarcosJr,mengatakan bahwa Filipina tidak bermaksud memicu perang dan akan selalu berusaha menyelesaikan perselisihan secara damai. Second Thomas Shoal adalah sebuah beting yang berada di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS dengan apa yang disebut sembilan garis putus-putus (nine-dash line), yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif negara-negara penggugat lainnya, yakni Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Keputusan pengadilan arbitrase pada tahun 2016, yang tidak diakui oleh Beijing, membatalkan klaim Tiongkok atas perairan strategis tersebut.ST/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Alexander Zverev jadi Peten...
Advertisement
KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

KPK OTT ke-22 Tahun 2026 di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.