Tuntaskan Investigasi Kebakaran Kilang
Senin, 24 Jun 2024, 11:22 WIBJAKARTA - Proses investigasi kebakaran PT Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan, Kalimantan Timur yang terjadi pada 25 Mei 2024 silam diminta untuk segera tuntas. Tujuannya agar tidak mengganggu target target produksi minyak dan gas bumi (migas).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dony Maryadi Oekon mengatakan kebakaran tersebut sampai saat ini masih dalam proses investigasi mendetail. Karena itu, dia mendorong agar proses ini segera tuntas.
"Insiden kebakaran kilang minyak di CDU IV ini masih dalam proses investigasi yang mendetail. Saat ini sedang dilakukan investigasi oleh tim gabungan Pertamina holding, Ditjen Migas dan Polres Balikpapan," kata Dony saat diwawancarai Parlementaria usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Tim Komisi VII, di Balikpapan, Kamis (20/6).
Dengan adanya insiden ini, Politisi Fraksi PDIP itu mendorong Pertamina agar betul-betul melakukan investigasi agar ke depan kebakaran kilang tidak terulang kembali. Pasalnya, target produksi akan tercapai tetapi karena kerap kali terjadi seperti insiden tersebut.
"Ini menjadi pelajaran untuk Pertamina agar tidak mundur lagi dalam proses pencapaian targetnya yaitu (lifting) 800 ribu barel per hari," ucapnya. "Ini menjadi pelajaran untuk Pertamina agar tidak mundur lagi dalam proses pencapaian targetnya yaitu (lifting) 800 ribu barel per hari. Komisi VII DPR RI dan Pertamina agendakan dalam rapat di Jakarta," jelasnya.
Komisi VII DPR RI pun berharap pada 2024 proses produksi sudah berjalan dan pada 2025 target pun bisa tercapai.
"Ini sudah revamping lagi dan mulai on stream semua, mudah-mudahan mega proyek ini bisa terwujud jadi bisa memproduksi minyak di lokal dan tidak import dari luar," ujar Dony.
Perketat Pengawasan
Seperti diketahui, kebakaran terjadi di Kilang Pertamina Indonesia (KPI) unit Balikpapan, Jalan Yos Sudarso, Balikpapan Barat pada Mei lalu.
General Manager Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan Bayu Arafat mengatakan lokasi kebakaran masih berada di area kilang, sehingga hal ini tidak berdampak langsung kepada masyarakat, meski demikian pihaknya tetap melakukan pengawasan agar kejadian tersebut tak memberikan dampak buruk yang berkelanjutan.
"Selain itu, monitoring produksi BBM juga kami lakukan untuk memastikan supply ke masyarakat tidak terganggu," ungkapnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Alcaraz Siap Hadapi Tantangan Berat di Qatar Open
-
Ribuan Warga Manokwari Belum Terima BLTS Kesra, PT Pos Ungkap Alasannya!
-
AS dan Iran Mau Duduk Bareng di Oman, Negosiasi Nuklir Digelar Jumat Ini
-
Kebakaran Melanda Kilang Minyak Australia, Pasokan Energi Terancam
-
Australia Open: Sabalenka Mengamuk, Singkirkan Jovic dan Melaju ke Semifinal
-
Trump Ancam Singkirkan ExxonMobil dari Venezuela Usai Disebut Tak Layak Investasi
-
Fiskal Harus Sehat, Jangan Gegabah Pelebaran Defisit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.