Kebakaran Melanda Kilang Minyak Australia, Pasokan Energi Terancam

Kamis, 16 Apr 2026, 11:39 WIB

GEELONG - Kobaran api yang menjulang tinggi menghanguskan kilang minyak penting Australia setelah serangkaian ledakan, kata pihak berwenang pada Kamis (16/4), memperingatkan akan adanya gangguan pada pasokan bahan bakar domestik.

Kobaran api setinggi 60 meter muncul pada Rabu malam setelah kebocoran gas menyebabkan kebakaran di pabrik bahan bakar Viva di negara bagian Victoria, kata petugas pemadam kebakaran, salah satu dari dua kilang minyak yang beroperasi di Australia.

Ket. Foto: Kilang Viva memproses hingga 120.000 barel minyak per hari. — Sumber: BBC/ABC

"Dampak utama saat ini akan terasa pada produksi bensin," kata Menteri Energi Chris Bowen.

"Ini tidak bagus. Waktunya tidak tepat, bukan?" katanya kepada stasiun televisi nasional ABC.

Kilang minyak yang terletak sekitar satu jam perjalanan ke arah barat daya dari ibu kota negara bagian Melbourne, memproduksi sekitar 10 persen bahan bakar Australia, menurut perusahaan energi Viva.

Menurut data perusahaan, ladang minyak ini mampu memproduksi hingga 120.000 barel minyak setiap hari.

Api melahap sebagian dari kilang yang bertanggung jawab untuk produksi bensin beroktan tinggi, kata Bowen.

Dengan mengaktifkan katup isolasi, bagian lain dari pabrik yang memproduksi bahan bakar jet dan diesel terhindar dari dampak terburuk kebakaran tersebut.

Gambar yang diambil pada Kamis pagi menunjukkan kepulan asap tebal membubung di atas kompleks industri tersebut.

Terisolasi secara geografis dan hanya memiliki dua kilang minyak, Australia sangat rentan terhadap gangguan pasokan bahan bakar global dan mengimpor sebagian besar bensinnya.

Bowen mendesak warga Australia tidak panik membeli bahan bakar lebih banyak.

"Penting bagi masyarakat untuk membeli bahan bakar sebanyak yang mereka butuhkan. Tapi tidak lebih, tidak kurang."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.