Pemerintah Ancam Perusahaan Tambang Langgar Aturan
Jumat, 21 Jun 2024, 09:12 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pihaknya tak segan untuk menutup usaha pertambangan yang melanggar aturan pemerintah, terutama yang menimbulkan permasalahan lingkungan. Penegasan tersebut dia sampaikan terkait dengan kunjungan Perburuhan Internasional (ILO) ke kantornya yang mengungkit permasalahan lingkungan akibat industri pertambangan.
"Saya bilang, kamu (ILO) pergi deh ke Morowali. Kamu kritik. Apa yang kamu kritik, nanti biar alasan saya tambah kuat untuk menutup tambang yang tidak taat terhadap aturan pemerintah soal climate, soal lingkungan ini," ujar Luhut dalam acara bertajuk Supply Chain Dynamic in Critical Minerals Geopolitical yang digelar di Jakarta, Kamis (20/6).
Luhut mengatakan pemerintah tidak anti terhadap kritik yang disampaikan terkait industri pertambangan yang menimbulkan permasalahan lingkungan. Justru, tutur dia melanjutkan, pemerintah suka dengan kritik tersebut.
"Kita (Indonesia) juga negara yang pengen masa depan anak-cucu kita bagus," kata Luhut.
Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengungkapkan pembicaraannya bersama John Kerry yang merupakan utusan khusus Presiden Amerika Serikat urusan iklim. Dalam percakapan bersama John Kerry, Luhut menyatakan Amerika Serikat tidak perlu mendikte Indonesia terkait perubahan iklim.
Luhut menegaskan Indonesia tidak akan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan generasi Indonesia yang selanjutnya.
Perhatikan Lingkungan
Dengan demikian dia berpesan kepada industri pertambangan untuk memerhatikan permasalahan lingkungan dan ketaatan terhadap aturan-aturan, khususnya terkait lingkungan dan perubahan iklim. "Lingkungan itu menurut saya penting sekali," kata Luhut.
Dikutip dari laman Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah (Sulteng), pemerintah baik pusat maupun daerah didesak untuk menindak tegas aktivitas pertambangan di Morowali, Sulawesi Tengah.
Walhi menilai aktivitas kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap masyarakat, contohnya mendatangkan banjir setiap tahun.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terkait Bencana Sumatra, Perhapi Berharap Keputusan Pemerintah didasari Kajian Ilmiah dan Proporsional
-
Kemenaker Antisipasi Ancaman PHK Dampak Konflik Global
-
BI Ingatkan: Ekonomi RI Masih di Jalur Aman, Tapi Belum Ngebut!
-
Nilai Tukar Rupiah Turun, Purbaya: "Coba Tanya Bank Indonesia"
-
Kegelisahan Guru di NTB Terjawab, Pemprov Pastikan Pembayaran TPG dan THR
-
Wakil Gubernur Tegaskan: Penolakan Pasien yang Berujung Kematian Tidak Boleh Terulang
-
UMKM Terpuruk Akibat Banjir, Pemerintah Siapkan KUR sebagai Infus Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.