Nilai Tukar Rupiah Turun, Purbaya: 'Coba Tanya Bank Indonesia'

Selasa, 20 Jan 2026, 17:05 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus level Rp17.000 per dolar AS. Menurut dia, kondisi tersebut tidak sejalan dengan derasnya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia melalui pasar keuangan.

Purbaya menilai fenomena ini berada di luar kewenangannya dan lebih tepat dijelaskan oleh Bank Indonesia selaku otoritas moneter. Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki ruang untuk melakukan intervensi langsung terhadap pergerakan nilai tukar.

Ket. Foto: — Sumber: Radar Surabaya

“Ketika arus modal masuk ke Indonesia cukup besar, seharusnya tidak ada alasan rupiah melemah. Kalau terjadi seperti ini, memang ada yang aneh. Coba tanya ke Bank Indonesia,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

Ia juga enggan memberikan komentar lebih jauh terkait pelemahan rupiah yang terjadi di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, dinamika tersebut sepenuhnya menjadi ranah kebijakan bank sentral.

“Pasar modal naik, artinya ada investor asing yang masuk. Dari sisi pasokan dolar, seharusnya tidak bermasalah. Soal kenapa rupiah tetap melemah, itu kebijakan bank sentral,” kata dia.

Berdasarkan pantauan pada perdagangan Selasa sore, rupiah sempat bergerak di level Rp16.956 per dolar AS, mendekati ambang psikologis Rp17.000. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen positif di pasar saham domestik.

Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang relatif kuat. Ia menilai peningkatan kepercayaan investor tercermin dari tren kenaikan pasar modal dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, masuknya kembali investor asing menjadi sinyal bahwa ekonomi nasional masih dipandang prospektif. Oleh karena itu, ia meyakini tekanan terhadap rupiah bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental.

Purbaya optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat seiring dengan koordinasi kebijakan yang terus diperkuat melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ia juga mengingatkan pelaku pasar agar tidak bersikap spekulatif secara berlebihan.

“Fondasi ekonomi kita tidak terganggu dan akan terus membaik. Jadi jangan ambil posisi spekulatif yang terlalu ekstrem,” ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Daniel Ramadhan

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.