Dokter: Budaya PSN Perlu Ditumbuhkan untuk Tekan Demam Berdarah

Kamis, 20 Jun 2024, 20:22 WIB

JAKARTA - Ketua Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Asik Surya mengatakan untuk menurunkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) diperlukan kepemimpinan yang baik serta bertanggungjawab guna menumbuhkan budaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di level rumah tangga.

Dalam "Tanda Bahaya DBD. Kenali Sebelum Terlambat!" yang disiarkan Kemenkes di Jakarta, Kamis, Asik mengatakan karena upaya pemberantasan nyamuk adalah hal yang perlu dibudayakan, maka perlu perhatian serta kolaborasi bersama, tak hanya dari Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan saja.

"Dan itu memerlukan kepemimpinan. Jadi kepemimpinan itu dalam arti bahwa nantinya itu masing-masing kepala daerah, misalkan bupati, wali kota, sampai kepada camat bahkan lurah, itu harus bersama-sama, bahkan kepemimpinan di dalam rumah tangga," ujarnya.

Dengan adanya kepemimpinan yang dapat menumbuhkan budaya tersebut, kata dia, maka upaya PSN menjadi lebih efektif dan efisien. Asik menuturkan kolaborasi semua pihak diperlukan karena pemerintah tidak mungkin mengintervensi di level rumah tangga, kecuali penghuninya sendiri yang mau melakukan gerakan tersebut.

Apabila dilakukan secara terorganisir dan konsisten, kata dia, maka dampaknya akan sangat signifikan.

Dia menjelaskan Gerakan PSNdengan 3M meliputi menutup kontainer-kontainer yang ada, membuang isi ember-ember yang penuh, serta mendaur ulang atau mengubur barang-barang tak bermanfaat.

Dia mencontohkan dengan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, maka akan ada yang bertanggung jawab untuk memonitor status jentik nyamuk di bangunan yang menjadi tanggung jawabnya, misalnya rumah, kantor, dan tempat ibadah.

Asik menambahkan kader yang bertanggung jawab memonitor, kemudian mengevaluasi hasilnya. Apabila ditemukan ada rumah yang tidak bersih dari jentik nyamuk, kata dia, maka para kader mengajarkan mereka cara-caranya.

"Dari 100 rumah yang saya pantau itu ada berapa? Kalau masih ada 10 berarti belum lolos. Dan 10 berarti kan 90 persen. Yang dibolehkan kita harus bisa lebih dari 95 persen. Artinya dari 100 itu paling tidak ada 90 rumah itu bersih,nggakketemu jentiknya," kata Asik.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.