BP2MI Tegaskan Isu PMI Belum Menyentuh Elit

Kamis, 20 Jun 2024, 17:39 WIB

JAKARTA-Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menegaskan masalah PMI belum menjadi perhatian elit di negeri ini. Bahkan masih banyak pejabat di Indonesia yang belum paham dengan PMI.

Ket. Foto: Pelepasan Kawan PMI oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Jakarta, beberapa waktu lalu. — Sumber: Istimewa.

Hal itu ditegaskan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika (ASAF) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Lasro Simbolon di Jakarta, Kamis (20/6).

"Bekas teman teman saya saja masih bertanya ke saya, Lasro sekarang kamu ngurus apa, PMI itu apa?,"papar Lasro yang merupakan diplomat karir pada Kementerian Luar Negeri tersebut.

Artinya papar Lasro, ini menggambarkan bahwa isu PMI ini belum sampai di level elit dan ini menjadi tugas BP2MI ke depannya. "Bagaimana bisa pejabat di negeri ini selevel eselon I saja tidak tahu apa itu PMI. Yang mereka tahu masih Tenaga Kerja Indonesia (TKI),"ucapnya.

Karenanya menurut Lasro, ke depan perlunya meningkatkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder agar isu PMI ini semakin disadari dan diperhatikan oleh para elit.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan pihaknya terus meningkatkan sinergi dengan pers untuk mendorong pelindungan para PMI dan calon pekerja yang ingin berkarya di luar negeri.

"Mudah-mudahan kolaborasi pers yang selama ini sudah cukup baik dengan BP2MI ini akan memperkuat lembaga kita dari sisi penyebarluasan informasi," kata Benny.

Dia mengatakan berbagai informasi yang disampaikan oleh media akan mendukung upaya pelindungan tenaga kerja Indonesia dan pemberdayaan para purna-PMI yang dilakukan oleh BP2MI.

Dia mengharapkan kerja sama yang semakin baik antara media dan BP2MI untuk mendukung beragam upaya yang dilakukan pemerintah terkait penanganan dan pelindungan bagi mereka yang sudah berada di luar negeri untuk bekerja dan para calon pekerja yang akan berangkat.

Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Hadi Wahyuningrum berharap media aktif mensosialisasikan kegiatan pelindungan para PMI, termasuk sosialisasi program Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) yang akan diluncurkan di empat wilayah baru.

Sebelumnya, 550 orang Kawan PMI sudah dilantik di Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Wilayah lain yang akan diluncurkan, di antaranya Bali, NTB, NTT dan Sumatera untuk membentuk komunitas relawan membantu sosialisasi dan pelayanan bagi PMI.

"Tugas dan tanggung jawabnya adalah pendampingan ketika terjadi kasus-kasus di daerah masing-masing, penyebaran informasi. Intinya Kawan PMI membantu tugas-tugas dari BP2MI, karena BP2MI tidak bisa mencapai sampai ke ujung desa," ucapnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.