Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal perang Rusia TInggalkan Kuba

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 17:17 WIB | Oleh:
Kapal perang Rusia TInggalkan Kuba Doc: Antara
Ket. Ilustrasi kapal perang Rusia

BOGOTA - Kapal perang Rusia yang berlayar ke pelabuhan Havana, Kuba, meninggalkan negara kepulauan itu pada Senin setelah kunjungan selama lima hari.

Fregat Laksamana Gorshkov, kapal tunda penyelamat, kapal bahan bakar, dan Kazan, sebuah kapal selam bertenaga nuklir, memasuki pelabuhan Havana pada Rabu lalu diiringi dengan 21 tembakan penghormatan.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pada Minggu mengunjungi fregat tersebut, yang mampu menembakkan rudal hipersonik yang melaju dengan kecepatan lebih dari 6 ribu mil (9.656 kilometer) per jam.

"Ini adalah ungkapan dari ikatan persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama yang solid dan historis yang terjalin antara rakyat, pemerintah, dan Angkatan Bersenjata kita," katanya.

Kementerian Pertahanan Kuba dan AS mengatakan kapal tersebut tidak menimbulkan "ancaman bagi kawasan," tetapi Pentagon mengirim kapal selam serangan cepat bertenaga nuklir ke pangkalan angkatan laut AS di Teluk Guantanamo, sekitar 500 mil (804 km) bagian tenggara tempat kapal-kapal Rusia berlabuh.

Pejabat AS mengatakan mereka memantau kunjungan tersebut dengan cermat.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez de Cossio mengatakan Pemerintah Kuba tidak setuju dengan kedatangan kapal selam AS tersebut.

"Kunjungan angkatan laut ke sebuah negara biasanya merupakan hasil undangan, tetapi dalam kasus ini tidak demikian," kata Fernandez de Cossio.

"Kami tidak menyukai kehadiran di wilayah kami (kapal selam) milik negara yang mempertahankan kebijakan resmi dan praktis yang memusuhi Kuba," tambahnya.

Baik Kuba dan Rusia mengatakan operasi tersebut "sesuai dengan hubungan persahabatan historis" antara kedua negara dan berlangsung dalam "kerangka kerja sama internasional" yang ada di antara mereka.

Kedua negara telah lama bersekutu, tetapi pengerahan kapal selam di perairan sekitar negara kepulauan itu dianggap sebagai unjuk kekuatan oleh Moskow.

Langkah Rusia tersebut muncul di tengah ketegangan antara Washington dan Moskow, beberapa pekan setelah Presiden AS Joe Biden setuju mengizinkan Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia dengan senjata AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.