Bapanas Andalkan Pompanisasi di Tengah El Nino

Sabtu, 15 Jun 2024, 00:49 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengandalkan fasilitas pompa dan waduk untuk mempertahankan laju produksi beras nasional minimal satu juta ton sepanjang musim kemarau tahun ini.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (14/6), mengatakan kemarau tahun ini berlangsung di tengah perubahan iklim yang meluas di berbagai belahan dunia. "Masalah kekurangan air, kalau kita masih punya sungai-sungai, sehingga beberapa sawah bisa diairi dengan pompanisasi dari sungai-sungai," kata Arief.

Ket. Foto: PEMERINTAH NAIKKAN HPP GABAH I Petani menggunakan mesin saat memanen padi di persawahan Desa Kutuk, Undaan, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/6). Pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras melalui Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 4 Tahun 2024, yakni harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dari 5.000 rupiah menjadi 6.000 rupiah per kilogram, Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat penggilingan dari 5.100 rupiah menjadi 6.100 rupiah per kilogram dan Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan dari 6.200 rupiah menjadi 7.300 rupiah per kilogram. — Sumber: ANTARA/YUSUF NUGROHO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2024, di Istana Negara Jakarta, menyebut suhu udara saat ini sebagai neraka iklim yang ditandai gelombang panas di India menyentuh 50 derajat Celsius dan Myanmar 45,8 derajat Celsius.

Hal itu berarti mayoritas tanaman, kata Arief, tidak akan sanggup bertahan dalam suhu tersebut. Maka dari itu, Bapanas mengandalkan program pemasangan 20 ribu pompa di seluruh daerah pertanian yang terdampak kekeringan. "Kemudian, ada juga pompa-pompa sumur dalam yang sampai 150 meter di bawah tanah," katanya.

Selain pompa, Bapanas juga mengandalkan keberadaan 61 fasilitas waduk yang operasionalnya segera diresmikan Presiden dalam waktu dekat.

Neraca Pangan

Dikatakan Arief, Bapanas juga menyediakan laporan neraca pangan sebagai indikator laju inflasi yang bisa dipantau setiap saat oleh pemerintah daerah.

"Setiap daerah harus punya neraca pangan, sehingga harus tahu kebutuhannya berapa yang harus diproduksi. Kemudian kerja sama antardaerah, Bapanas tentunya bersama Bulog, BUMN Pangan kita siapkan cadangan pangan pemerintah, itu yang penting," katanya seperti dikutip dari Antara.

Seluruh skema tersebut diharapkan dapat menjaga konsistensi otoritas terkait pangan di Indonesia dalam menjaga persediaan beras nasional minimal satu juta ton.

"Beras itu pasti dijaga di atas satu juta ton. Itu harus seperti itu," katanya.

Peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan selain kebijakan pompanisasi dan waduk, dibutuhkan juga mekanisme program lainnya yang mampu mengatasi dampak kekeringan, misalnya distribusi air gratis di daerah yang tidak ada embung atau sungai.

"Dari sisi harga gabah, Bulog harus siap dengan transmisi ke harga beras yang akan naik juga. Stok beras di Bulog harus senantiasa terjaga," tegasnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.