Tiongkok Tuding AS Provokasi Perlombaan Senjata

Selasa, 11 Jun 2024, 02:50 WIB

BEIJING - Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan tantangan keamanan terbesar di Laut Tiongkok Selatan (LTS) karena penempatan militernya di sana mengubahnya menjadi "pusaran perlombaan senjata". Hal itu diutarakan Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Sun Weidong, dalam sambutannya yang dipublikasikan pada Minggu (9/6).

Perselisihan maritim baru-baru ini antara Tiongkok dan Filipina yang merupakan negara sekutu perjanjian AS, telah menjadikan LTS yang sangat strategis sebagai titik konflik potensial antara Washington DC dan Beijing.

Ket. Foto: Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Sun Weidong — Sumber: AFP/ISSEI KATO

"Saat ini, tantangan keamanan terbesar di LTS justru datang dari luar kawasan," kata Sun dalam komentar yang dipublikasikan oleh kementeriannya, setelah menghadiri pertemuan tingkat tinggi mengenai kerja sama Asia timur di Laos.

Sun mengatakan pasukan pimpinan AS telah mempromosikan penempatan dan tindakan militer di LTS, menghasut dan mengintensifkan perselisihan dan kontradiksi maritim, dan merusak hak dan kepentingan sah negara-negara pesisir.

"Tindakan AS untuk mengerahkan sistem misil jarak menengah di kawasan tersebut, menyeret kawasan ini ke dalam pusaran perlombaan senjata, menempatkan seluruh kawasan Asia-Pasifik di bawah bayang-bayang konflik geopolitik," ucap Sun.

Untuk itu, kata Sun, Tiongkok berkomitmen untuk menangani perselisihan dengan pihak-pihak di LTS dengan baik melalui dialog.

Tegaskan Hak

Pada April lalu, Filipina mengatakan dalam pertemuan dengan sekutu AS bahwa mereka bertekad untuk menegaskan hak kedaulatannya di LTS, dan menuduh Tiongkok telah meningkatkan "pelecehannya" terhadap Filipina.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS, yang merupakan jalur perdagangan kapal tahunan senilai lebih dari 3 triliun dollar AS, dan telah mengerahkan ratusan kapal penjaga pantai sejauh 1.000 kilometer dari daratan Tiongkok untuk mengawasi apa yang dikatakan Tiongkok sebagai wilayah yurisdiksinya.

Filipina dan Tiongkok telah berulang kali berselisih pada tahun lalu di dekat wilayah sengketa yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif Manila. Tiongkok secara rutin menuduh Filipina melakukan perambahan, sementara Manila dan sekutunya mengutuk apa yang mereka sebut agresi oleh Beijing. Sementara AS telah menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung Manila. ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

56 Tim ikut Meramaikan Kompetisi Basket 3X3 Hut RI di Bandara Sultan Hasanuddin

Menyambut HUT RI dengan Kerja Bakti Membersihkan Rumah Ibadah

Karnaval Budaya untuk Memperingati HUT RI di Distrik Kurik

Memanfaatkan Mobil Water Canon untuk Menyalurkan Air Bersih untuk Warga yang Terdampak kekeringan

Program BIAS Dapat Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Persebaya Menang Tipis 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo

Daftar 13 Atlet Panjat Tebing yang Akan Tampil di Asia Youth Championship di China

Logistik Negara Digerakkan: Bulog Salurkan Beras & Migor untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Angin Kencang Merusak Sejumlah Rumah Warga di Sigi

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Telkom Perkuat Bisnis Enterprise, Siapkan Fondasi Digital Indonesia Hadapi Era AI

Gaia Music Festival 2026 Hadirkan RAN hingga Teddy Adhitya, Musik dan Alam Berpadu di Bandung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.