Ini yang Dilakukan Pemkab Bekasi untuk Tekan Kasus TBC
Selasa, 11 Jun 2024, 00:24 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) sebagai upaya menekan angka kasus tuberkulosis atau TBC di daerah itu.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana harian Bupati Bekasi Iyan Priyatna usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan Tuberkulosis yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara daring di Ruang Command Center Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.
"Ya, sesuai Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021, pemerintah daerah perlu membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis sebagai bentuk keseriusan dalam menanggulangi TBC," katanya di Cikarang, Senin.
Dia menyebutkan, Kabupaten Bekasi saat ini termasuk dalam wilayah dengan tingkat kasus TBC kategori tinggi di Provinsi Jawa Barat sehingga perlu perhatian khusus untuk menurunkan prevalensi angka kasus tersebut.
Tim percepatan penanggulangan tuberkulosis segera dibentuk melalui kebijakan peraturan bupati untuk mengoptimalkan penanganan kasus TBC di wilayah Kabupaten Bekasi.
"Salah satu skema penanganan tim percepatan adalah dengan memaksimalkan peran aktif seluruh camat untuk me-monitoringwilayah masing-masing melalui pelaporan hingga koordinasi bersama dinas kesehatan agar segera mendapatkan intervensi berupa penanganan medis," ucapnya.
Dalam kesempatan Rakor Penanggulangan Tuberkulosis itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan dampak dari penyakit TBC bersifat multidimensi, tidak hanya pada kesehatan, namun juga secara psikologis, sosial, serta ekonomi.
"Oleh karena itu, selain memastikan akses terhadap layanan kesehatan, kebijakan mitigasi biaya dan perlindungan finansial tambahan juga harus diberikan untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan miskin yang terdampak TBC," katanya.
Menko PMK menjelaskan penanganan yang dilakukan pemerintah guna mencegah dampak multidimensi TBC dimulai denganskriningdan pelacakan terhadap penderita, dilanjutkan intervensi lebih lanjut melalui pengobatan medis.
"Di beberapa daerah juga sudah ada yang bergerak dengan melakukan jemput bola melalui skemaskrining mobile.
Berita Terkait:
-
Rentetan 5 Kecelakaan Laut dalam 3 Bulan, Sistem Keselamatan Pelayaran Nasional Harus Dievaluasi Total
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026
-
BNI Perkuat Komitmen Lestarikan Batik sebagai Identitas Budaya Indonesia
-
PART Catat Pertumbuhan Penjualan 38,23% pada 2025, Perkuat Diversifikasi Manufaktur dan Siapkan Right Issue serta Buyback Saham.
-
Dana Desa Papua Tengah Anjlok Jadi Rp535 Miliar pada 2026, Gubernur Ungkap Penyebabnya
-
Jakarta World FolkFest 2026 Resmi Digelar, Diikuti 115 Delegasi dari Rusia hingga Korsel
-
Tim Patroli Presisi Sisir Titik Rawan Demi Cegah Tawuran dan Kejahatan di Jakarta Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.