Pemprov Jatim dan Inggris Perkuat Kerja Sama di Berbagai Sektor

Sabtu, 08 Jun 2024, 15:00 WIB

SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor dengan Inggris.

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono mengungkapkan penguatan kerja sama tersebut memiliki tujuan besar dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ket. Foto: Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono (kanan) saat menghadiri undangan Kedubes Inggris untuk Indonesia di Jakarta. — Sumber: ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim
"Terlebih tahun 2024 ialah momentum bagi Pemerintah Indonesia dan Inggris untuk terus meningkatkan hubungan bilateral kedua negara," katanya melalui keterangan tertulis di Surabaya, Sabtu (8/6).

Adhy menjelaskan hubungan yang terjalin antara Inggris-Indonesia telah memiliki dampak positif pada banyak sektor pembangunan. Khusus di Jatim, Pemprov telah berkolaborasi dan bekerja sama pada sektor pendidikan, salah satu dengan universitas terkemuka di Inggris yang akan membuka perkuliahan di Jatim.
Kerja sama di bidang pendidikan ini telah digagas pada era Gubernur Jatim Periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa, dengan menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) antara King's College London (KCL) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari Malang.

KCL merupakan salah satu kampus dengan kualitas terbaik, peringkat 35dunia.

"Nantinya kerja sama KCL akan memberikan akses kepada generasi muda bangsa untuk mengejar impian mereka tanpa harus pergi ke luar negeri," ujarnya.

Dalam perjanjian, KCL akan mengambil peran penuh dalam penyelenggaraan pendidikan programmaster degree yang dibuka di KEK Singhasari.

Adhy mengatakan mulai dari pelaksanaan kurikulum perkuliahan hingga tenaga pengajar semuanya dari KCL. Sedangkan KEK Singhasari akan mengambil peran penuh dalam penyediaan infrastruktur, sarana prasarana, dan fasilitas pembelajaran untuk mahasiswa.
Fasilitas untuk perkuliahan bagi mahasiswa KCL saat ini sudah mulai dibangun di KEK Singhasari.

"Kita doakan pada September 2024 mendatang akan dimulai pembukaan program studi untuk Digital Economy. Dilanjutkan program studi Digital Future pada Januari 2025 mendatang," ucap Adhy.

Menurutnya, hubungan kemitraan antara Inggris-Indonesia harus dimanfaatkan untuk menguatkan peningkatan kualitas SDM yang muaranya menyejahterakan dan mencerdaskan kehidupan masyarakat Jatim.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.