Filipina Bantah Tudingan Tiongkok

Rabu, 05 Jun 2024, 02:50 WIB

MANILA - Filipina pada Selasa (4/6) menolak tuduhan Tiongkok yang menyatakan bahwa pasukannya telah menodongkan senjata ke kapal Penjaga Pantai Tiongkok setelah kapal tersebut mendekati secara berbahaya ke sebuah pos militer di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.

Sebelumnya media pemerintah Tiongkok pada Minggu (2/6) mengatakan bahwa pasukan Filipina yang ditempatkan di BRP Sierra Madre, sebuah kapal angkatan laut era Perang Dunia II yang sengaja kandas di Second Thomas Shoal, telah mengarahkan senjata mereka ke kapal Tiongkok pada 19 Mei lalu.

Ket. Foto: Perahu Karet Tiongkok l Dua perahu karet Tiongkok melakukan manuver dekat dua perahu Filipina tak jauh dari pos militer di BRP Sierra Madre di Second Thomas Shoal, LTS, pada 19 Mei lalu. Militer Filipina pada Selasa (4/6) menyatakan bahwa perahu karet Tiongkok itu sedang berupaya menyita pasokan perbekalan yang dijatuhkan dari udara untuk pasukannya yang ada di BRP Sierra Madre. — Sumber: AFP/ARMED FORCES OF THE PHILIPPINES

Panglima militer Filipina, Jenderal Romeo Brawner Jr, membantah pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa pasukannya memang bersenjata tetapi mengikuti aturan keterlibatan yang ketat dan selalu bertindak dengan tingkat profesionalisme, pengendalian diri, dan disiplin tertinggi.

"Kami menyangkal bahwa ada tentara kami yang menodongkan senjatanya dengan sengaja," kata Brawner pada konferensi pers Selasa. "Tetapi kami tidak akan menyangkal fakta bahwa mereka bersenjata karena BRP Sierra Madre adalah kapal angkatan laut yang ditugaskan dan oleh karena itu diperbolehkan memiliki senjata," imbuh dia.

"Kami punya hak itu karena konsep bela diri. Kami berhak membela diri dari serangan bersenjata atau serangan eksternal apa pun," kata Brawner.

Manila dengan sengaja mengkandaskan BRP Sierra Madre yang sudah usang dan berkarat pada 1999 untuk dijadikan pos terdepan di perairan dangkal tersebut dan harus mengirimkan kapal secara teratur untuk mengirimkan pasokan baru kepada personel militer di sana.

Penyitaan Pasokan

Dalam konferensi pers, Brawner menuduh Penjaga Pantai Tiongkok telah mengerahkan perahu karet untuk mencegat dan menyita pasokan perbekalan yang dijatuhkan dari udara untuk pasukannya yang ada di BRP Sierra Madre.

"Perahu karet Tiongkok berada amat sangat dekat dengan BRP Sierra Madre dan dari sudut pandang pasukan di kapal itu akan menimbulkan bahaya atau ancaman," kata Brawner,

Terkait pasokan perbekalan yang dijatuhkan dari udara, Brawner mengatakan bahwa Penjaga Pantai Tiongkok telah menyita satu dari empat tas yang dijatuhkan, yang berisi makanan dan obat-obatan, dan kemudian membuang perbekalan tersebut ke laut.

"Perilaku seperti itu tidak dapat diterima dan melemahkan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata Brawner.

Insiden tersebut kian menambah meningkatnya ketegangan di LTS. Tiongkok mengklaim hampir seluruh jalur perairan yang kaya mineral tersebut, namun menolak klaim lain dari Filipina, Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Pada tahun 2016, pengadilan arbitrase internasional memenangkan Filipina, dan menolak klaim historis Tiongkok, namun Beijing tidak pernah menerima keputusan tersebut.

Pekan lalu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam pidatonya di forum pertahanan Shangri-La Dialogue mengecam tindakan tegas Tiongkok yang bertujuan untuk menyebarkan klaim berlebihan dan tidak berdasar melalui kekerasan, intimidasi, dan penipuan.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak menjawab permintaan komentar atas pernyataan Brawner, namun berusaha untuk menghilangkan prasangka pidato Presiden Marcos Jr di Singapura.

"Kedaulatan teritorial Tiongkok atas hak dan kepentingan maritim di LTS didasarkan pada dasar sejarah dan hukum yang kuat," kata Kedutaan Besar Tiongkok pada Senin (3/6), mengutip juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok.AFP/ST/BenarNews/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.