- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dulu Larang TikTok, Donald...
Dulu Larang TikTok, Donald Trump Kini Bikin Akun untuk Kampanye Pilpres AS
Selasa, 04 Jun 2024, 11:31 WIBWASHINGTON - Mantan presiden AS dan kandidat Gedung Putih saat ini, Donald Trump bergabung dengan TikTok. Ia memposting video pertamanya di aplikasi media sosial yang sangat populer yang ia pernah coba larang saat masih menjabat.
Menjangkau pemilih muda saat berupaya terpilih kembali pada pemilihan presiden bulan November, Trump memposting klip berdurasi 13 detik pada Sabtu (1/6) malam yang menunjukkan dia mengenakan jas biru dan dasi merah seperti biasa menghadiri pertarungan Ultimate Fighting Championship di Newark, New Jersey.
Dalam video yang menampilkan musik parau, Trump diperkenalkan oleh CEO UFC Dana White dan bersandar ke kamera sambil berkata, "Ini adalah kehormatan bagi saya."
Trump menyapa orang-orang di arena UFC dan menutup klip itu dengan berkata, "Itu tadi langkah yang bagus, bukan?"
Hingga tengah hari Minggu (2/6), Trump sudah memiliki dua juta pengikut di akunnya di @realDonaldTrump.
Pada April lalu, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang akan melarang TikTok di Amerika Serikat jika pemiliknya di Tiongkok, ByteDance, gagal mendapatkan pembeli dalam waktu satu tahun.
Para pejabat AS telah menyatakan keprihatinannya bahwa pemerintah Tiongkok menggunakan TikTok untuk mengumpulkan data pribadi warga Amerika untuk tujuan jahat lainnya.
Biden dalam kampanyenya tahun ini juga bergabung dengan TikTok, ia memiliki lebih dari 170 juta pengguna di Amerika Serikat.
Saat berkuasa, Trump mencoba melarang TikTok dengan alasan keamanan nasional melalui perintah eksekutif, namun upaya tersebut terhenti di pengadilan ketika hakim federal mempertanyakan bagaimana tindakan tersebut akan memengaruhi kebebasan berpendapat dan memblokir inisiatif tersebut.
Pada awal Mei, TikTok dan ByteDance mengajukan gugatan hukum terhadap undang-undang yang akan melarang aplikasi tersebut.
ByteDance mengatakan pihaknya tidak berencana menjual TikTok, sehingga gugatannya, yang kemungkinan akan dibawa ke Mahkamah Agung AS, sebagai satu-satunya pilihan untuk menghindari larangan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
BI Proyeksikan Ekonomi Jakarta 2026 Tumbuh 4,9% - 5,7%, Inflasi Terjaga
-
Vietnam Gandeng VFS Global Perkuat Promosi Pariwisata, Bidik Pasar Indonesia
-
Pedagang dan Distributor Pertanian se-Sumbar Bentuk Asosiasi, Perkuat Sinergi Usaha.
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.